Transformasi Digital JKN, BPJS Kesehatan Dorong Akselerasi ‘Bridging System’ di RS Siloam Sonder

INTANANEWS.ID – BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan transformasi digital guna memastikan pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin ringkas dan transparan.

Melalui optimalisasi bridging system di RS Siloam Sonder, Minahasa, BPJS Kesehatan berhasil mengintegrasikan alur administrasi rumah sakit dengan sistem jaminan kesehatan nasional secara waktu nyata (real-time).

Langkah integrasi ini merupakan bagian dari strategi besar BPJS Kesehatan untuk menciptakan ekosistem kesehatan digital yang terintegrasi (interoperabilitas).

Dengan sistem ini, seluruh proses layanan, mulai dari verifikasi kepesertaan, rujukan, hingga penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dilakukan secara otomatis tanpa entri data manual yang berulang.

Implementasi teknologi ini berdampak langsung pada pemangkasan waktu tunggu pasien. Melalui sistem antrean daring (online) yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN, peserta kini mendapatkan kepastian waktu layanan bahkan sebelum tiba di rumah sakit.

Integrasi sistem ini tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga mengenai penguatan akuntabilitas Program JKN.

Beberapa poin krusial dalam transformasi ini meliputi:

• Akurasi Data: Meminimalkan kesalahan administrasi yang berpotensi menghambat klaim.
• Transparansi Biaya: Paserta dapat memantau riwayat layanan dan pembiayaan melalui kanal digital BPJS Kesehatan.
• Efisiensi Anggaran: Mengurangi potensi duplikasi klaim dan meningkatkan ketepatan sasaran pembiayaan kesehatan.

“Ini adalah bukti komitmen dalam mendukung keberlanjutan Program JKN yang berorientasi pada pasien (patient-centered care),” ujar Direktur RS Siloam Sonder, Dr. Daud Alexander Kiroyan, M.Kes.

Atas keberhasilannya mengadopsi standar teknologi yang ditetapkan BPJS Kesehatan, RS Siloam Sonder meraih penghargaan sebagai fasilitas kesehatan dengan implementasi bridging system terbaik.

Capaian ini mencerminkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap kebijakan nasional serta sinergi yang solid antara regulator dan penyedia layanan.

BPJS Kesehatan berharap keberhasilan di RS Siloam Sonder ini menjadi standar baku (benchmark) bagi rumah sakit lain di Indonesia.

Dengan data yang terintegrasi, BPJS Kesehatan dapat merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang lebih akurat guna meningkatkan mutu kesehatan nasional secara berkelanjutan. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *