Tidak Main-main, Panglima TNI Tegaskan 5 Anggota TNI AL Keroyok Guru di Talaud Bakal Diproses Hukum

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.(Dok/Ist)

INTANANEWS.ID – Kasus pengeroyokan terhadap seorang guru berinisial BS di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang dilakukan lima prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mendapat respons dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Ditemui awak media di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Senin (26/1/2026), Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan, lima prajurit TNI Angkatan Laut tersebut bakal menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Tentara Nasional Indonesia tidak akan ragu menindak tegas anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran,” ia menegaskan.

Dia mengaku belum dapat memberikan kepastian ihwal benar atau tidaknya kelima prajurit tersebut melakukan pengeroyokan akibat mabuk minuman keras.

Namun, jika ternyata kelima prajurit tersebut bersalah maka akan mendapatkan sanksi .”Masih banyak peradilan yang baik,” tuturnya.

Kronologi Kejadian Pengeroyokan

Insiden pengeroyokan seorang guru oleh lima anggota TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara terjadi pada Kamis (22/1/2026) malam.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka-luka dan mengakibatkan situasi menjadi tidak kondusif.

Korban merupakan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Melonguane bernama Berkam Saweluding (BS).

Kejadian berawal dari perselisihan di Pelabuhan Melonguane. Korban saat itu sedang memancing ikan bersama temannya. Lalu terjadi adu mulut dengan anggota TNI AL yang sedang mabuk.

BS menegur anggota TNI AL tersebut karena berteriak dan memaki sehingga menganggu warga. Anggota TNI AL itu bersama empat temannya lalu tidak terima dan langsung mengoroyok korban secara brutal mengakibatkan luka-luka serius dan lebam.

Tak hanya itu. Ternyata korban BS juga diinjak, ditendang dan dipukul berkali-kali.

Polres Kepulauan Talaud mencatat jumlah korban dalam kejadian itu bertambah dari satu orang yakni BS menjadi enam orang. Kelima korban mengalami luka akibat aksi kekerasan prajurit TNI AL tersebut.

Komandan TNI AL Lanal Melonguane Minta Dicopot

Kejadian pengeroyokan tersebut memicu gelombang aksi dari masyarakat Taluad pada Jumat (23/1/2026) siang. Bahkan, Aliansi Masyarakat Adat Melonguane menyampaikan tiga tuntutan utama.

Di antaranya mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar menindak tegas lima prajurit TNI AL itu.

Lainnya, meminta Komandan TNI AL Lanal Melonguane dicopot serta mendesak agar kapal TNI AL di Pelabuhan Melonguane ditarik sementara sampai ada kepastian hukum atas kasus pengeroyokan tersebut.

Kabar terakhir korban BS telah dievakuasi menggunakan kapal penumpang dari Talaud menuju Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *