INTANANEWS.ID – Komando Distrik Militer (Kodim) 1302/Minahasa memastikan kesiapan wilayahnya sebagai pusat pelaksanaan tradisi korps infanteri.
Rabu (17/12/2025), Komandan Kodim 1302/Minahasa Letnan Kolonel (Inf) Bonaventura Ageng F.S. mendampingi Komandan Korem 131/Santiago Brigadir Jenderal TNI Martin Susilo Martopo Turnip dalam upacara serah terima simbol Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya Tahun 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan God Bless, Kelurahan Tounkuramber, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang Infanteri ke-77.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Sebagai pemangku komando teritorial di wilayah Minahasa, Letkol Bonaventura Ageng memegang peran sentral sebagai tuan rumah.
Kehadirannya memastikan rute estafet yang melintasi area publik dan jalan raya utama di wilayah hukumnya berjalan aman dan tertib.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Martin Susilo menegaskan bahwa Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan upaya melestarikan nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kebanggaan terhadap Korps Infanteri serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Danrem juga menekankan pentingnya disiplin dan faktor keamanan selama pelaksanaan, mengingat rute peleton sebagian besar bersinggungan dengan jalur transportasi umum.
Upacara berlangsung khidmat, diwarnai dengan pembacaan amanat Jenderal Soedirman, ikrar Korps Infanteri, serta penandatanganan naskah serah terima simbol.
Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan soliditas antar-lembaga di Minahasa.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Robby Longkutoy, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Beny Hermanto, serta Wakapolres Minahasa Kompol Djonny Rumate. Kehadiran tokoh-tokoh dari organisasi kemasyarakatan seperti Laskar Merah Putih (LMI) dan FKPPI turut menegaskan dukungan sipil terhadap kegiatan ini.
Rangkaian acara ditutup dengan pelepasan Peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya yang akan menempuh perjalanan estafet. Tradisi ini menjadi simbol ketahanan fisik serta militansi prajurit infanteri dalam menjaga kedaulatan negara bersama rakyat. (nes)












