PKB Dukung Prabowo Jabat Presiden Minimal 10 Tahun, soal Gibran Dijawab Cak Imin: Belum Dibicarakan!

Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).(Dok/imcnews.id)

INTANANEWS.ID – Sinyal Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra bakal kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 disambar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Kata Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar itu, PKB menyatakan mendukungan agar Prabowo menjabat presiden minimal sepuluh tahun.

Ia menyampaikan hal itu seusai bersama pengurus PKB menghadap Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (4/2/2026) siang tadi.

Selanjutnya dia mengatakan, PKB puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, Cak Imin yakin bahwa Prabowo bakal sukses memimpin selama lima tahun jabatannya.

“Kami pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode lah,“ tuturnya.

Ditanya wartawan apakah dukungan serupa juga diberikan untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Cak Imin enggan menjawab dengan lugas.

Alasannya, pihaknya belum membicarakan siapa calon wakil presiden yang akan diusung pada pemilihan umum 2029 mendatang.

Sinyal itu Presiden Prabowo bakal Kembali maju di Pilpres 2029 disampaikannya di hadapan peserta rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2/2026).

Di ajang tersebut, Presiden Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang suka mengkritik dirinya untuk bertarung di Pilpres 2029.

Komentar PDI Perjuangan

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun sudah berkomentar terkait sinyal Prabowo bakal kembali bertarung di Pilpres 2029.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyatakan, agenda Pilpres 2029 belum menjadi fokus partainya.

“Saat ini PDIP masih fokus dalam melakukan konsolidasi partai. Khususnya untuk membantu rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan seperti bencana ekologi dan dampak lanjutannya,” katanya pada Selasa (3/2/2026).

Dia menyatakan, ada hal lain yang lebih prioritas ketimbang hanya membicarakan perihal kekuasaan.

“Bosan rakyat hanya bicara mengejar kekuasaan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, sekarang ini masyarakat sulit mencari lapangan kerja. Kondisi itu diperburuk lagi dengan fenomena pemutusan hubungan kerja ditambah lonjakan harga pangan di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

“Kami (fokus) urus dulu rakyat dibandingkan soal pemilihan presiden,” ia menambahkan.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *