Natal: Terang di Titik Nadir

(Foto:Dok/istimewa)

INTANANEWS.ID – 25 Desember 2025, Di sudut-sudut kota, lampu warna-warni mulai berpijar dan alunan lagu Natal terdengar riuh.

Namun, di balik kemeriahan visual tersebut, Natal tahun ini membawa pesan yang jauh lebih dalam daripada sekadar repetisi tradisi tahunan.

Ia datang sebagai pengingat yang sunyi namun kuat, Natal bukanlah tentang lilin yang menyala atau melodi merdu semata.

Natal, pada hakikatnya, adalah sebuah simbol harapan yang lahir di titik paling rendah manusia. Ia menjadi pengingat abadi bahwa di tengah malam yang paling gelap sekalipun, sebuah “Terang” telah datang untuk menuntun jalan.

Bagi banyak orang, tahun ini mungkin bukanlah tahun yang mudah. Ada luka yang belum sempat mengering, raga yang mulai lelah oleh beban hidup, dan hati yang berjuang dalam diam di balik senyum yang dipaksakan.

Di sinilah esensi Natal bekerja. Ia hadir bukan untuk mengabaikan kesedihan, melainkan untuk menyembuhkan apa yang patah dan memberi napas baru bagi mereka yang hampir menyerah.

Pesan yang dibawa sederhana namun kokoh: “Kamu tidak pernah berjalan sendirian.”

Melalui perayaan tahun ini, kita diajak untuk menjadikan kasih-Nya sebagai kompas. Bukan kompas yang hanya menunjuk arah kesuksesan duniawi, melainkan kompas yang mengarahkan pada kedamaian batin dan kepedulian terhadap sesama.

Saat lonceng gereja berdentang hari ini, kiranya ia membawa doa agar setiap hati menemukan kembali ketenangannya. Selamat Natal.

Kiranya terang itu tidak hanya tinggal di pohon-pohon hiasan, tetapi menetap selamanya di dalam jiwa kita masing-masing. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *