Ketua DPR Puan Maharani: Buang Pola Pikir ‘Kalau Bisa Dipersulit, Mengapa Harus Dipermudah’

Ketua DPR Puan Maharani.(Dok/Instagram/dpr_ri)

INTANANEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (4/11/2025) ini kembali memulai masa persidangan tahun sidang 2025-2026.

Pembukaan masa sidang kedua ini dilakukan setelah para wakil rakyat di  Senayan itu menjalani reses sejak 3 Oktober lalu. Selama reses, legislator bekerja di luar gedung DPR dan menjumpai konsituennya di daerah pemilihan  masing-masing.

Ketika membuka masa persidangan II DPR tahun sidang 2025-2026, Ketua DPR Puan Maharani menyinggung pola pikir lama seperti ’kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah?’.

Ia menyatakan, pola pikir lama tersebut tidak hanya menghambat kemajuan tetapi lebih dari itu malah menjauhkan negara dari rakyatnya.

Dia selanjutnya mengatakan, pengelola negara harus melakukan perombakan cara berpikir dan cara bekerja.

Katanya, tugas negara bukan memperumit urusan rakyat, melainkan mempermudahnya.

Terkait hal itu maka lanjut Puan, setiap kebijakan dan tindakan parlemen dan pemerintah harus berorientasi menghadirkan negara yang cepat melayani, bukan lambat beralasan.

“Negara yang menolong, bukan menunda. Negara yang mendengar, bukan mengabaikan,” tuturnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa parlemen dan pemerintah harus memberantas budaya kerja yang menghambat pelayanan publik.

Dia menambahkan, seluruh anggota Dewan harus memastikan bahwa seluruh fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran benar-benar dijalankan untuk memperkuat keberpihakan kepada rakyat.

“Sehingga kebijakan yang kita hasilkan tidak hanya mengatur, tetapi juga memberdayakan dan memuliakan kehidupan rakyat,” tuturnya.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *