Kelompok Kriminal Bersenjata Kembali Berulah, Serang Pos Satpam di Nabire Dua Orang Dilaporkan Tewas Dibakar

Ilustrasi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.(Dok/Ist)

INTANANEWS – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah.

Setelah sebelumnya menembak pesawat PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Koroway Batu milik PT Smart Air Aviation pada Rabu (11/2/2026) sesaat setelah mendarat di Koroway dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Kini, KKB menyerang pos milik perusahaan PT Kristalin Eka Lestari di Jalan Musairo, Kampung Bihak, Distik Makimi,Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (21/2/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIT.

Dalam kejadian tersebut dua orang dikabarkan tewas dengan kondisi dibakar.

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo pada Minggu (22/2/2026) membenarkan peristiwa kejadian itu.

Dia menyatakan, pihaknya belum mengetahui identitas dua jenazah yang sudah bangus terbakar tersebut.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan bahwa kedua korban yang tewas dalam kondisi terbakar adalah petugas satuan pengamanan (satpam) penjaga pos milik perusahaan PT Kristalin Eka Lestari.

Sebelumnya, KKB menembak pesawat PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Koroway Batu milik PT Smart Air Aviation pada Rabu (11/2/2026) pukul 11.00 WIT sesaat setelah mendarat di Koroway dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Dalam kejadian itu Pilot dan kopilot yakni Egon Erawan dan Kopilot Baskoro Adi Anggoro ditembak hingga tewas saat melarikan diri ke hutan.

Akhirnya aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap empat orang terduga pelaku penembakan pesawat PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Koroway Batu milik PT Smart Air Aviation itu.

Empat orang terduga penembakan ini ditangkap dalam kurun dua hari terakhir. Dua pelaku yakni GW dan EH diketahui terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Sedangkan, dua pelaku lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.

Dia menjelaskan, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Dalam aksinya pelaku menggunakan 3-4 senjata api laras panjang. Bahkan, ada pelaku lainnya yang membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Terkait jenis serta asal senjata api tersebut masih dalam proses identifikasi.(nor)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *