Kapolri Diam-diam Sambangi Presiden Prabowo Kemarin, Ini Penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi hormat kepada Presiden Prabowo Subianto.(Dok@listyosigitprabowo)

INTANANEWS.ID – Diam-diam Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (4/2/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan hal tesebut menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acaran di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta pada Kamis (5/2/2026).

Dia mengatakan, tidak ada hal khusus dalam pertemuan tersebut. Kapolri datang untuk melaporkan pelbagai hal menyangkut tugasnya sebagai Kapolri.

“Ya seperti biasa kan beliau melaporkan banyak hal berkaitan dengan tugas beliau sebagai Kapolri,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, lanjut dia, Kapolri menyampaikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta langkah-langkah penanganan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Intinya soal keamanan, ketertiban masyarakat lalu isu-isu apa yang sedang berkembang di masyarakat termasuk penanganan-penanganan terhadap masalah-masalah yang ada di masyarakat,” Prasetyo Hadi menambahkan.

Rumor Tidak Loyal ke Prabowo

Hingga kini Jenderal Listyo Sigit Prabowo tercatat sebagai Kapolri terlama kecuali Komisaris Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dengan masa bakti 14 tahun sejak 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.

Salah satu sebab mengapa Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap menjadi Kapolri sejak dilantik pada 27 Januari 2021 ternyata dia loyal kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Habiburokhman dalam keterangan resminya di Jakarta pada Kamis (29/1/2026).

“Saya bersaksi Pak Kapolri Listyo Sigit 100 persen loyal kepada Presiden Prabowo,” ujarnya.

Pernyataan politisi Partai Gerindra itu sekaligus menjawab rumor yang menyebutkan bahwa Listyo Sigit Prabowo tidak loyal kepada presiden.

Habiburokhman membeberkan ada tokoh yang saat tahun politik 2024 kemarin bertentangan dengan Prabowo lalu mengembuskan isu bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak loyal kepada Presiden.

Dia menyebutkan, orang tersebut menyebut dua alasan yakni pertama soal pembentukan tim reformasi internal Polri sebelum terbentuknya tim reformasi Presiden dan kedua adalah saat Kapolri menolak posisi Polri di bawah kementerian.

Ia menyatakan bahwa pembentukan tim reformasi Polri bentukan Listyo Sigit Prabowo malah menunjukkan bahwa Polri sejalan dengan visi presiden.

Begitu halnya dengan sikap Listyo Sigit Prabowo menolak di bawah kementerian. Menurut Habiburokhman, Presiden Prabowo juga menginginkan Polri langsung di bawah komando presiden.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *