Coret Foto dengan Spidol Hitam, Kapolres Minahasa PTDH Tiga Anggota

INTANANEWS – Pagi itu, udara Minahasa terasa unik, ada kesejukan yang beradu dengan sengatan matahari yang mulai meninggi.

Di Lapangan Apel Polres Minahasa, Rabu (04/03/2026), peluh terlihat membasahi dahi para peserta upacara.

Namun, udara panas itu tak sedikit pun menggoyahkan tegaknya barisan Korps Bhayangkara, mulai dari Kapolres hingga seluruh anggota.

Suasana mendadak hening saat tiga personel Provost melangkah tegap. Bukan naskah yang mereka bawa, melainkan tiga bingkai foto anggota di dada mereka, yakni foto Aipda LEAD, Bripka DDM, dan Briptu RT.

Dengan langkah pasti dan wajah penuh ketegasan, Kapolres Minahasa, AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., mendekat.

Di hadapan bingkai-bingkai tersebut, beliau meraih spidol hitam. Sebuah tanda silang tegas digoreskan di atas foto Aipda LEAD, Bripka DDM, dan Briptu RT.

Goresan itu menjadi simbol visual bahwa pengabdian ketiga oknum tersebut telah berakhir.

Goresan hitam itu seolah menjadi pernyataan bisu bahwa demi menjaga kehormatan institusi, integritas tidak bisa ditawar.

Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) ini bukan sekadar seremoni formal. Ia hadir bagaikan alarm yang berbunyi nyaring di telinga setiap personel yang hadir. Kapolres menegaskan bahwa marwah Polri harus tetap suci.

“Setiap penyimpangan yang merusak kehormatan institusi akan ditindak sesuai ketentuan. Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk tetap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang dipercaya,” tegas AKBP Steven Simbar.

Di bawah langit Minahasa yang kian benderang, upacara itu usai, meninggalkan pesan bahwa seragam Bhayangkara adalah amanah yang harus dijaga dengan hati, bukan sekadar kain yang melekat di badan. (Tondano/Anes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *