INTANANEWS.ID – Pelayanan sosial dan kemanusiaan merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai luhur Natal.
Hal ini menjadi inti pesan dalam Ibadah Perayaan Natal bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Yayasan Jantung Indonesia (YJI), PAUD, dan Posyandu Kabupaten Minahasa yang digelar di Rumah Dinas Bupati Minahasa, Selasa (30/12/2025).

Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, dalam sambutannya mengatakan, dedikasi para kader di lembaga-lembaga sosial ini pada hakikatnya adalah upaya menghadirkan damai sejahtera di tengah masyarakat.
Ia menilai, setiap pekerjaan sosial yang telah diimplementasikan oleh PMI, YJI, PAUD, dan Posyandu memiliki korelasi langsung dengan pesan Natal.
“Sadar atau tidak, apa yang kita kerjakan adalah membawa damai dan sukacita melalui tugas-tugas sosial. Meski dalam evaluasi setiap kegiatan terdapat dinamika, kita harus bersyukur semua dapat berjalan dengan baik berkat pendampingan Tuhan,” ujar Bupati Robby Dondokambey.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga secara resmi memperkenalkan Ketua PMI Kabupaten Minahasa terpilih, Sarah Dondokambey-Lengkong, di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dan tamu undangan.

Senada dengan Bupati, Ketua YJI Kabupaten Minahasa yang juga Ketua TP-PKK Minahasa, Martina Watok Dondokambey-Lengkong, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader yang menjadi ujung tombak pelayanan hingga ke pelosok desa.
“Bunda PAUD menyiapkan generasi penerus, YJI mengedukasi kesehatan jantung, PMI di garda kemanusiaan, dan kader Posyandu melayani ibu-anak tanpa lelah. Semua ini adalah wujud nyata dari semangat Natal,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen organisasi menjadikan Natal sebagai momentum pembaruan hati untuk melayani tanpa pamrih.

Ibadah yang berlangsung khidmat dipimpin oleh Pdt. Winda Walalangi, M.Th. Dalam khotbah yang didasari dari Kitab Lukas 2:10-11, Pendeta Winda mengingatkan bahwa kabar sukacita Natal diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Yesus tidak lahir di tempat yang megah, melainkan dalam kesederhanaan. Hal ini mengajarkan kita bahwa pelayanan yang sungguh-sungguh menyentuh kehidupan orang lain—terutama mereka yang terabaikan—adalah cara kita menampakkan wajah Allah,” ungkapnya.
Pdt. Winda juga memberikan penguatan kepada para pelayan masyarakat agar tidak terjebak dalam kejenuhan meski mengalami kelelahan.

Menurutnya, setiap kontribusi sekecil apa pun bagi sesama yang membutuhkan, dianggap sebagai perbuatan yang dilakukan untuk Tuhan sendiri.
Acara yang diikuti oleh jajaran Pemkab Minahasa ini ditutup dengan puji-pujian dari masing-masing organisasi, mempertegas komitmen bersama untuk menyongsong tahun baru dengan semangat pelayanan yang lebih solid bagi pembangunan sumber daya manusia di Minahasa. (nes)












