INTANANEWS.ID – Cuaca ekstrem yang menerjang Kabupaten Minahasa Selatan kembali memakan korban materiil.
Sebuah rumah milik keluarga Oroh-Dunggio di Lingkungan IV, Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang Barat, rusak berat setelah bagian atapnya terangkat akibat angin kencang. Rabu malam, 7 Januari 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.18 WITA tersebut bermula saat hujan deras tiba-tiba disertai pusaran angin kuat. Panik melihat atap rumahnya mulai terkelupas, penghuni rumah segera berhamburan keluar menyelamatkan diri di tengah guyuran hujan lebat.
Menerima laporan warga, Babinsa Koramil 1302-14/Amurang, Serka Marten J. Sarean, langsung meluncur ke lokasi. Bersama aparat kelurahan dan personel Polsek setempat, Marten memimpin langkah tanggap darurat di bawah cuaca yang masih belum stabil.
“Fokus utama kami adalah mengamankan penghuni dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” ujar Marten.
Petugas bersama warga bahu-membahu memasang terpal sementara untuk menutupi bagian dalam rumah dari rembesan air hujan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan. Untuk sementara waktu, keluarga Oroh-Dunggio terpaksa mengungsi ke kediaman tetangga terdekat karena kondisi rumah yang belum layak huni.
Pihak TNI pun mengimbau masyarakat di pesisir Amurang untuk tetap siaga. “Kami minta warga waspada terhadap potensi angin kencang susulan. Cuaca saat ini masih sangat fluktuatif,” tambah Marten.
Aksi cepat tanggap ini menambah daftar panjang keterlibatan personel TNI di wilayah Minahasa Selatan dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang belakangan kerap menghantui wilayah Sulawesi Utara. (nes)












