Acara Pemusnahan Narkoba di Mabes Polri, Presiden Prabowo: Jadi Pemimpin Itu Harus Mau Dikoreksi!

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara pemusnahan narkoba di Mabes Polri, Rabu (29/10/2025).(Youtube/Sekretariat Presiden)

INTANANEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemimpin itu harus mau dikoreksi. Sebab, jika tidak mau dikoreksi bakal terjebak dalam kesalahan-kesalahan.

Demikian sambutan Presiden Prabowo pada acara pemusnahan narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

“Itu terus saya yakini rumus kebangkitan Indonesia adalah persatuan makanya dalam Pancasila disebut persatuan Indonesia bersaing bagus kritik harus koreksi harus pemimpin yang tidak mau dikoreksi dia akan terjebak dalam kesalahan-kesalahan,” katanya.

Ia menyebutkan, kunci kemakmuran suatu bangsa adalah persatuan. Hal inilah yang diajarkan Presiden pertama, Ir. Soekarno.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengaku kerap menyaksikan podcast-podcast dan mencatat hasil perbincangan dari topik yang dibahas dalam podcast tersebut.

“Kadang-kadang dongkol juga ya. Apa ini, tapi saya catat. Oh oke kalau kita diserang ini saya kasih ilmu yang muda-muda yang ingin jadi presiden gue kasih ilmu jangan takut difitnah,” tuturnya.

Lalu, dia mengungkapkan pengalaman masa lampau. Katanya:”Saya dulu punya guru waktu saya masih muda saya kena fitnah 2 dan 3 kali saya down. Saya mengeluh ke guru saya. Jangan kecil hati engkau difitnah berarti engkau diperhitungkan engkau difitnah berarti engkau ditakuti, ‘lho, kok takut sama ya?’ Ya, engkau difitnah berarti kau disuruh hati-hati. Jadi ini angkat tangan yang ingin jadi presiden enggak apa-apa bagus, tapi jadi presiden yang benar jangan takut dikoreksi.”(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *