INTANANEWS.ID – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa menegaskan komitmennya mendukung penuh program pemerintah pusat, termasuk pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan serentak di 800 titik se-Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kapolres AKBP. Steven J.R. Simbar, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fisik gerai di Desa Leleko, Kabupaten Minahasa, Jumat (17/10).
Kegiatan di Leleko ini merupakan bagian dari peletakan batu pertama yang digelar serentak di 800 titik melalui konferensi video (vicon).
Pencanangan tersebut menandai dimulainya pembangunan 80.000 gerai koperasi yang merupakan bagian dari visi-misi Presiden.
AKBP Steven J.R. Simbar menyatakan, program Koperasi Merah Putih adalah kegiatan positif yang berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat desa.
“Prinsipnya, ini visi-misi Bapak Presiden dan program pemerintah pusat. Kami selaku aparatur di daerah tetap akan mendukung kegiatan positif ini. Koperasi Merah Putih di desa/kelurahan adalah hal yang baik, ini adalah upaya kemandirian ekonomi masyarakat, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” ujar Kapolres.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk badan usaha di daerah, agar program ini berjalan sukses.
Di lokasi yang sama, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1302/Minahasa Letnan Kolonel (Letkol) Inf Bonaventura Ageng F.S. yang memimpin kegiatan pencanangan, menekankan peran TNI dalam bersinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mendukung program pusat hingga ke pelosok.
“Kami di sini bersinergi dengan Forkopimda demi kepentingan masyarakat. Pembangunannya akan bertahap,” kata Dandim.
Ia berharap kehadiran koperasi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara signifikan.
Dalam sambutan virtualnya, Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono menyebut momentum peletakan batu pertama ini bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dimulai Oktober ini dengan pembangunan fisik gudang, gerai, dan sarana pendukung di 800 titik.
Menteri Ferry menyoroti pelibatan TNI dalam percepatan pembangunan fisik sebagai “operasi militer non-perang”. Menurutnya, program ini adalah upaya Presiden melanjutkan cita-cita founding fathers yang memandang koperasi sejalan dengan semangat gotong royong Pasal 33 UUD 1945, di mana masyarakat desa harus menjadi subjek dan pelaku ekonomi.
Acara peletakan batu pertama di Desa Leleko turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Minahasa Siby S. Sengke, Camat Remboken Viktor Sengke, dan Hukum Tua Desa Leleko Paula Kindangen, bersama jajaran Forkopimda dan perangkat desa setempat.(nes)












