INTANANEWS – Akhirnya polisi merilis wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin menyampaikan rilis wajah terduga pelaku di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (18/3/2026) siang.
Dia menjelaskan, foto wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus itu diperoleh dari rekaman CCTV di sejumlah lokasi yang dilalui terduga pelaku.
“Kedua terduga pelaku itu berinisial BAC dan MAK,” katanya.
Dia menambahkan, bukan tidak tertutup kemungkinan terduga pelaku lebih dari empat orang seperti informasi awal.
Sebelumnya, Kombes Iman Imanuddin membenarkan bahwa 86 titik kamera pengawas yang didalami terdiri atas tujuh titik kamera pengawas atau CCTV yang diambil dari sistem ETLE, 27 titik kamera diambil dari milik Diskominfotik, delapan titik kamera dari Dinas Perhubungan, 44 titik kamera CCTV milik warga.
“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video, dengan durasi 10.320 menit sehingga kami membutuhkan waktu cukup lama dalam menganalisa digital terhadap video rekaman CCTV,” dia menyebutkan.
Pada Senin (16/3/2026) lalu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berjumlah empat orang.
Dia menjelaskan, hasil pendalaman ternyata keempat pelaku telah mengintai pergerakan korban.
“Terduga pelakunya 4 orang menggunakan 2 sepeda motor mengikuti korban hingga Jalan Salemba Raya I persimpangan Jalan Talang,” katanya.
Ia selanjutnya menyatakan, selesai menyiram korban dengan air keras para pelaku langsung kabur ke arah yang berbeda. Satu motor berisi dua pelaku melarikan diri ke arah Jakarta Selatan. Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri ke arah Jakarta Timur lalu ke arah Bogor.
“Satu motor orang tak dikenal menuju ke Stasiun Kereta Gondangdia. Dari Stasiun Kereta Gondangdia ini mereka menuju wilayah Jakarta Selatan,” Iman menjelaskan.
Ia menambahkan, berdasarkan rekaman CCTV di sepanjang lokasi pelarian. Salah satu pelaku sempat mengganti bajunya guna untuk menghilangkan barang bukti kejahatannya.(nor)












