Kodim 1302/Minahasa Merajut Kemanunggalan di Serambi Masjid

INTANANEWS – ​Saya memperhatikan Kapten Inf Farisnop Ompeo. Sore itu, di Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo, Tondano, Danramil Eris itu duduk tenang di kursi.

Di sampingnya, jajaran Forkopimda Minahasa juga melakukan hal yang sama.

​Sebagai wartawan yang berdiri langsung di sana, saya merasakan aura yang berbeda. Bukan sekadar liputan seremonial rutin.

​Ada sekitar 100 jemaah di dalam masjid yang sarat sejarah di Kampung Jawa itu. Suasananya sejuk. Padahal, agenda “Safari Ramadhan” bisa saja terasa kaku dan birokratis.

Tapi sore itu tidak. Kehadiran jajaran Kodim 1302/Minahasa seolah ingin menegaskan satu pesan: TNI tidak berjarak dengan rakyat.

​Lalu bagaimana dengan di Tomohon?
​Saya tidak hadir langsung di sana. Tapi kabar yang saya terima sama hangatnya.

Di Masjid Agung Al-Mujahidin, Matani, Kapten Inf Donny Lumenta juga hadir mewakili Dandim. Duduk di kursi, berdampingan dengan Wali Kota Caroll Senduk, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, hingga Kapolres AKBP Nur Kholis.

​Dua tempat, satu spirit: merunduk untuk silaturahmi.

​Kenapa saya harus menuliskan ini?

​Karena sinergitas itu barang mahal. Di Minahasa, sinergitas bukan sekadar kata-kata di atas kertas laporan.

Ia tampak dari bagaimana aparat keamanan dan pemerintah daerah meluangkan waktu, duduk bersama jemaah, dan menyerap suasana kebatinan masyarakat di bulan suci.

​Apalagi menjelang Idul Fitri. Rasa aman adalah kebutuhan pokok. Dan rasa aman itu tidak turun otomatis dari langit. Ia dibentuk lewat tatap muka seperti ini.

​Sore itu, di Tondano, saya menyaksikan penyerahan bantuan secara simbolis. Ada foto bersama. Ada tawa kecil. Lalu puncaknya: buka puasa bersama.

​Di atas meja buka puasa, jabatan seolah luruh. Yang ada hanya kebersamaan.

​Sebagai jurnalis yang melihat langsung di lapangan, saya menyimpulkan satu hal: toleransi di Sulawesi Utara itu bukan teori.

Ia adalah praktik sehari-hari yang dirawat dengan sangat cermat.
​Lancar. Aman. Tertib.

​Tondano dan Tomohon sore itu kembali memberi pelajaran penting bagi kita semua. Bahwa menjaga persatuan itu bisa dimulai dari hal sederhana: hadir dan duduk bersama. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *