ICW Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Usut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menteri Agama Nasaruddin Umar

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Dok/hibata.id)

INTANANEWS – Pengunaan jet pribadi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dari Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) terus mendapat tanggapan dari pelbagai kalangan. Diduga terdapat pelanggaran gratifikasi.

Teranyar Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Trend Asia juga menanggapi kejadian tersebut. Keduanya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut dugaan gratifikasi pengunaan jet pribadi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut.

“Komisi Pemberantasan Korupsi harus proaktif untuk mengusut dugaan gratifikasi yang didapatkan oleh Menteri Agama,” kata Peneliti Trend Asia, Zakki Amali dalam keterangan tertulis ICW dan Trend Asia pada Kamis (19/2/2026).

Mengutip data Kementerian Perhubungan, dia membeberkan bahwa kepemilikan PK-RSS adalah Natural Synergy Corporation, sebuah entitas di British Virgin Islands, negara di bawah Inggris yang dikenal sebagai negara suaka pajak. OSO merupakan pemegang saham perusahaan ini sejak 2008.

Menurut basis data The International Consortium of Investigative Journalists, perusahaan ini masih aktif hingga sekarang. Ini menunjukkan bahwa kepemilikan pesawat adalah OSO. Di samping itu, kepemilikan jet pribadi OSO ini juga dikonfirmasi oleh Kementerian Agama.

“Dari hasil perhitungan nilai penerbangan ini setidaknya mencapai Rp 566 juta berdasar perjalanan pulang-pergi selama total sekitar 5 jam,” kata Zakki seperti dikutip dari tempo.co.

Selain itu, penerimaan fasilitas jet pribadi oleh Menteri Agama juga berpotensi memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terkait ketentuan gratifikasi.

Seperti diketahui pada 15 Februari 2026, Nasaruddin Umar disebut mendapatkan fasilitas jet pribadi dari Oesman Sapta Odang (OSO) saat berkunjung ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Di sana, Nasaruddin menghadiri peresmian Balai Sarkiah milik OSO dengan dalih efisiensi waktu.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi tudingan gratifikasi perihal penggunaan pesawat jet pribadi yang viral di media sosial.

Ia menyebut kehadirannya dalam penerbangan tersebut semata memenuhi undangan keluarga untuk meresmikan sebuah madrasah.

“Tiba-tiba ya pesawatnya begitu. Masa saya tidak datang? Udah deh,” kata Nasaruddin saat ditemui awak media di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Rabu (18/2/2026) malam.

Ketika dimintai tanggapan soal anggapan penggunaan fasilitas tersebut dapat dikategorikan sebagai gratifikasi, Nasaruddin menjawab singkat. Katanya, “Enggak tahu, terserah.”(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *