Minahasa ‘Bersinar’, Dari Instruksi Presiden hingga Keteladanan di Gerbang Sekolah

INTANANEWS.ID – Di pintu masuk SMP Negeri 4 Tondano, seorang pria paruh baya tampak telaten mengayunkan kuasnya.

Pemandangan memoles gapura ini menjadi simbol kecil dari sebuah gerakan besar di Kabupaten Minahasa. Sementara di balik pagar, lingkungan sekolah telah tampak bersih.

Pemandangan memoles gapura ini bukan sekadar urusan estetika bangunan, melainkan simbol kecil dari gerakan besar di Kabupaten Minahasa.

Aksi ini adalah manifestasi nyata dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Rakernas di Sentul (2/2/2026). Presiden menegaskan bahwa pariwisata dan harga diri bangsa bermula dari lingkungan yang bersih.

“Bagaimana pariwisata bisa maju jika lingkungan jorok dan kotor,” pesan Presiden saat itu, yang kemudian memicu lahirnya Gerakan Indonesia Asri.

Foto:Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi MAP, Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, Sekda Dr. Lynda D. Watania M.M., M.Si.

Arahan kepala negara tersebut segera ditangkap secara taktis. Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, MAP, bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, bergerak cepat mengonsolidasikan seluruh jajaran.

Bagi kepemimpinan mereka, kebersihan bukanlah agenda musiman. Program “Jumat Bersih” telah menjadi napas birokrasi sejak awal masa jabatan.

Momentum Gerakan Indonesia Asri pun dimanfaatkan untuk lebih agresif menata wajah daerah.

Di bawah koordinasi Sekretaris Daerah, seluruh perangkat daerah diminta bergerak serentak, membasmi titik-titik sampah liar.

SMP Negeri 4 Tondano, memiliki rekam jejak prestisius sebagai satu-satunya utusan Minahasa dalam program Sekolah Sehat tingkat Nasional pada periode 2024-2025.

Perlu diketahui, Sekolah Sehat merupakan program khusus Kementerian Pendidikan yang digelorakan secara masif sejak era Menteri Nadiem Makarim.

Keberhasilan SMPN 4 Tondano menembus level nasional membuktikan bahwa budaya bersih telah mendarah daging di sekolah ini jauh sebelum instruksi terbaru turun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Drs. Arthur Palilingan, menekankan bahwa standar tinggi ini harus terus dijaga. “Minahasa harus ‘Bersinar’.

Saya mengajak kepada jajaran bahwa bersih-bersih ini harus dimulai dari rumah kita sendiri, yakni kantor dan sekolah. SMPN 4 Tondano telah memberi standar nasional, tinggal kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Gayung bersambut. Kepala SMP Negeri 4 Tondano, Melky Palilingan, MPd, langsung melakukan aksi nyata.

Baginya, memoles gapura dan menata taman adalah bagian dari kurikulum kehidupan. Sekolah yang sejatinya sudah asri, kini ditingkatkan standarnya menjadi “Bersinar”(Bersih, Sehat, Indah, dan Ramah).

Melky meyakini lingkungan yang indah akan membentuk jiwa yang tenang. Dengan filosofi Ing Ngarsa Sung Tulada, ia memimpin langsung jajarannya untuk memberi teladan.

Ia ingin memastikan bahwa saat siswa melewati gapura yang sedang berkilau itu, mereka sadar telah memasuki sebuah zona integritas lingkungan.

“Bersinar itu bukan sekadar slogan, tapi tindakan. Kami melatih anak didik untuk menjadi duta kebersihan. Jika di sekolah sudah terbiasa bersih, maka di rumah dan pergaulan pun mereka akan membawa kebiasaan itu,” ungkap Melky optimis.

Langkah masif yang merambat dari kebijakan Bupati hingga ke sapu lidi para siswa ini membuktikan bahwa Minahasa memiliki kepekaan tinggi terhadap arah kebijakan nasional.

Di tengah ambisi memajukan pariwisata, Pemkab Minahasa sadar betul bahwa kemegahan alam akan sia-sia jika dibalut kekumuhan.

Kini, dari gapura SMP Negeri 4 Tondano, sebuah pesan dikirimkan kepada seluruh warga: bahwa kemajuan sebuah bangsa bisa dimulai dari hal sederhana, sapu lidi, kaleng cat, dan kemauan untuk hidup lebih asri. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *