INTANANEWS.ID – Administrasi pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan, Kabupaten Minahasa, memasuki tahap akhir.
Sinergi antara Koramil 1302-01/Tondano dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Minahasa berhasil memfinalisasi persyaratan teknis lahan seluas 25,1 hektar.
Danramil 1302-01/Tondano Kapten Czi Sutrisno melakukan koordinasi final bersama Kepala BPN Minahasa dan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Brigjen TNI Rhino Charles Tuwo, di Kelurahan Sasaran, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan ini bertujuan mempercepat penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Fokus utama koordinasi adalah validasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan data pemohon pada sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP).
Aspek teknis yang dituntaskan meliputi luas tanah, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), hingga kesesuaian fungsi kawasan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Kami telah menyesuaikan poligon lahan seluas 25,1 hektar sesuai Pertimbangan Teknis Pertanahan. Dokumen elektronik kini telah terinput ke sistem Dinas PUPR,” ujar Kapten Czi Sutrisno.
Saat ini, berkas administrasi telah berada pada tahap verifikasi akhir di sistem Online Single Submission (OSS) dan menunggu penandatanganan otoritas terkait.
Percepatan ini krusial untuk memastikan kelancaran pembangunan fisik sekolah unggulan tersebut.
Penyelesaian kendala administratif melalui kolaborasi lintas instansi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kepastian hukum pembangunan SMA Taruna Nusantara di wilayah Indonesia Timur. (nes)












