Noel Ngoceh Lagi, Katanya Bakal Ada Bupati hingga Menteri Kabinet Merah Putih Jadi Target OTT KPK

Mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel.(Dok/jawapos)

INTANANEWS.ID – Entah benar atau tidak. Lagi-lagi Mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel kembali ngoceh.

Katanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal Kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini targetnya adalah bupati, gubernur hingga Menteri Kabinet Merah Putih.

Nyanyian Noel itu disampaikannya sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin (2/2/2026).

“Ada bupati, gubernur hingga menteri,” dia mengungkapkan kepada wartawan.

Sebelumnya, Noel ngoceh. Setelah menyebutkan ada partai politik (parpol) dan organisasi kemasyarakatkan (ormas) diduga terlibat dalam kasus pemerasan proses pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenakes).

Kali ini Noel menyebutkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal mengalami nasib seperti dirinya.

“Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noel-kan,” katanya sebelum sidang pemeriksaan saksi kasusnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Selanjutnya Noel mengatakan, Menteri Purbaya dapat mengganggu para ‘bandit’ di Indonesia, yang berkecimpung di pasar gelap.

“Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya,” tuturnya.

Noel lalu menjelaskan istilah ‘pesta’ para ‘bandit’. Katanya, mereka itu menyangkut penyelundupan barang-barang gelap, seperti pakaian dan mesin. “Pokoknya yang enggak (kena) pajak-pajak itu, lah,” ia menambahkan.

Jawaban Menteri Purbaya Bakal Di-Noel-kan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab tudingan mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel yang menyebut dirinya bakal di-Noel-kan.

“Noel kan terima (duit), kan gue enggak terima duit. Gaji gue gede di sini, cukup,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seusai menghadiri Sidang Terbuka Satuan Tugas Debottlenecking di Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Menteri Purbaya selanjutnya menyatakan, dirinya hanya bertanggung jawab kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya tanggung jawab ke presiden. Yang lain saya nggak peduli,” katanya.

Dia mengaku tidak memahami maksud pernyataan Noel tersebut. Ia menyebut tudingan itu tidak memiliki dasar yang jelas.“Saya nggak ngerti apa sih maksudnya?” ucap Purbaya.

Menteri Purbaya menepis anggapan bahwa kebijakan reformasi pajak dan bea cukai yang ia jalankan mengganggu kepentingan kelompok tertentu.

“Selama saya bekerja bersih, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Biar aja, kita kan tetap aja akan dengan reformasi. Noel, Noel, saya, saya. Yang penting kan saya enggak terima uang,” ia menambahkan.

Noel telah menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (19/1/2026).

Noel didakwa meminta jatah Rp 3,3 miliar dan satu unit motor Ducati dari praktik lancung proses pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Tenaga Kerja. Dakwaan itu dibacakan jaksa penuntut umum dalam sidang perdana tersebut.

Selain Noel, terdapat sepuluh orang lain yang juga menjalani terdakwa dalam kasus pemerasan ini. Mereka adalah Temurila, Miki Mahfud, Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro Putro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.(nor)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *