Pidato di World Economic Forum, Presiden Prabowo Tegaskan Tekad Indonesia Perangi Korupsi secara Langsung Tegas dan Terbuka

Presiden Prabowo Subianto.(Dok/prabowosubianto.com)

INTANANEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia bertekad mengatasi masalah korupsi yang diidapnya meski penuh tantangan.

“Tidak banyak orang yang percaya kami bisa melakukannya, tapi kami tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan,” kata Prabowo ketika berpidato di World Economic Forum di Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026).

Selanjutnya Prabowo mengatakan, dirinya akan dan telah memerangi korupsi secara langsung, tegas, dan terbuka.

Ia mengibaratkan, bangsa yang mengalami masalah korupsi selayaknya orang sakit. Jika tidak mau mengakui penyakit tersebut, penderitanya akan sulit sembuh.

“Seperti siapapun yang mengidap penyakit, kita harus punya keberanian untuk mengakui penyakit yang kita derita itu,” dia menegaskan.

Dia menyatakan, korupsi adalah penyakit yang harus diakui. Dia menilai sebuah bangsa harus berani mengakui penyakit tersebut jika ingin sembuh.

Prabowo lalu bercerita ketika dirinya baru saja dilantik menjadi presiden.

Ia menemukan adanya penyelewengan bahan bakar minyak besar-besaran. Dia menyebutkan, itu kasus kasus Pertamax oplosan.

Dalam World Economic Forum tahun ini, pemimpin negara dan tokoh dunia lain juga menyampaikan pidato secara khusus.

Selain Prabowo, panggung internasional ini juga memberikan kesempatan kepada para kepala negara seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, hingga Presiden Argentina Javier Milei.

Operasi Tangkap KPK di Awal Tahun 2026 

Menurut catatan intananews.id memasuki awal tahun 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar menggelar Operasi Tangkap Tangan alias OTT.

Pada 9-10 Januari 2026, KPK menjaring sedikitnya delapan orang di antaranya pegawai pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan wajib pajak.

Lalu pada Senin (19/1/2026) ini KPK kembali menggelar OTT di wilayah Madiun, Jawa Timur.

Sedikitnya 15 orang dibekuk untuk dimintai keterangan termasuk di antaranya Wali Kota Madiun, Maidi.

Dalam kasus ini KPK mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp550 Juta terkait kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan Wali Kota Madiun, Maidi.

Ternyata pada hari sama KPK juga menangkap Bupati Pati, Sudewo.

OTT atas Bupati Pati Sudewo terkait pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Tidak tanggung-tanggung KPK telah menyita barang bukti berupa uang sebanyak Rp2,6 Miliar dan Bupati Pati, Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *