INTANANEWS.ID – Tim SAR Gabungan pada Kamis (22/1/2026) telah menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dengan demikian sudah delapan korban kecelakaan pesawat yang ditemukan.
Sebelumnya dua koban telah lebih dulu ditemukan yakni Deden Maulanan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Florencia Lolita Wibisono pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tersebut.
Dalam Tim SAR Gabungan tersebut turut serta prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam siaran persnya di Jakarta pada Jumat (23/1/2026) menyatakan, penemuan korban merupakan hasil pencarian tim SAR gabungan sejak Sabtu (17/1/2026).
Dia selanjutnya menyatakan, kegiatan pencarian dilakukan melalui penyisiran lanjutan di sekitar titik-titik yang sebelumnya telah ditemukan Tim SAR Gabungan.
Pada hari keenam masa pencarian, enam korban pesawat akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan.
“Korban ditemukan dengan posisi jenazah tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal dan berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung,” Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menambahkan.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin.
Tim SAR menemukan serpihan pesawat tersebut berserakan di sekitar Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pesawat tersebut diawaki oleh tujuh kru meliputi Andy Dahananto selaku kapten sekaligus pilot, Farhan Gunawan sebagai kopilot, Hariadi yang bertugas sebagai flight operation officer, serta dua teknisi pesawat, Restu Adi P dan Dwi Murdiono. Layanan kabin dijalankan oleh dua awak kabin yakni Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Sianipar.
Sedangkan, tiga penumpang lainya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tengah menjalankan tugas, yakni Ferry Irawan sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Noval yang bertugas sebagai Operator Foto Udara.(nor)












