INTANANEWS.ID – Lapangan sekolah SDN Sasaran Tondano mendadak riuh pada Kamis (22/01/2026) pagi. Di antara debu yang beterbangan, tampak sekelompok siswi kelas 2 SD berlarian mengejar bola plastik dengan tawa yang lepas.
Di tengah keriuhan itu, seorang siswi bernama Alisya mencuri perhatian sebagai ujung tombak serangan alias striker.
Bagi anak-anak seusianya, sepak bola bukan sekadar urusan strategi atau skor akhir. Setiap kali Alisya berhasil menyarangkan bola ke gawang kecil yang dijaga teman sebayanya, sorak-sorai meledak.
Ada kelucuan yang menggemaskan saat mereka berebut bola, terkadang salah menendang, atau bahkan berhenti sejenak hanya untuk membetulkan tali sepatu yang lepas di tengah pertandingan.
Namun, di balik aksi lucu dan wajah-wajah polos tersebut, ada makna mendalam yang sedang ditanamkan di lapangan sekolah ini.
Melalui bimbingan guru olahraga, Heri, latihan sepak bola putri ini menjadi ruang bagi siswa kelas 2 untuk mengenal nilai-nilai yang lebih besar dari sekadar permainan.
Sepak bola bagi anak perempuan sejak usia dini mengajarkan tentang kepercayaan diri dan patahnya batasan gender dalam berolahraga.
Alisya dan kawan-kawannya sedang belajar bahwa lapangan adalah milik siapa saja yang punya semangat. Di sini, mereka berlatih tentang koordinasi motorik, pentingnya kerja sama tim, dan bagaimana cara bangkit kembali saat terjatuh di lapangan.
Semangat yang ditunjukkan anak-anak SDN Sasaran Tondano ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus terjadi di dalam ruang kelas.
Lewat gol-gol kecil dari kaki Alisya, tersimpan harapan tentang generasi yang sehat, tangguh, dan penuh sportivitas sejak bangku dasar. (nes)












