INTANANEWS.ID – Di tengah cuaca tidak bersahabat seperti sekarang ini tiba-tiba muncul virus Superflu.
Virus ini diketahui sebagai varian baru dari influenza tipe A dengan kode H3N2 yang secara medis telah dikenal dalam dunia kesehatan selama puluhan tahun lalu.
Terkait hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan menyusul munculnya virus Superflu.
“Saya pastikan Superflu sebenarnya bukanlah virus baru seperti Covid-19. Jadi berbeda dengan Covid-19 di mana sistem imun manusia saat itu belum mengenal virus tersebut, sedangkan Superflu ini influenza yang sudah lama ada virusnya,” katanya di RSUP dr Sardjito Yogyakarta pada Kamis (8/1/2026)
Dia menjelaskan, Superflu ini merupakan Saklet K atau varian K dari H3N2 yang gejalanya menyerupai flu biasa.
Untuk melawan Superflu ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh tetap sehat melalui asupan makanan yang cukup, istirahat yang berkualitas, dan olahraga teratur sebagai pertahanan utama.
“Protokol kesehatan sederhana seperti mencuci tangan dan menggunakan masker saat berada di dekat orang yang sedang batuk tetap menjadi cara pencegahan yang paling efektif,” dia mengingatkan.
Per awal Januari 2026, pemerintah telah mengonfirmasi temuan puluhan kasus Superflu yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Kasus ini tertinggi di antaranya Jawa Timur (23 kasus/Tertinggi di Indonesia), Kalimantan Selatan 18 kasus, jawa Barat 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, Sumatera Utara 3 kasus, dan sisanya tersebar di Jawa Tengah, Sulawesi Utara dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Data menunjukkan bahwa mayoritas penderita adalah kelompok usia anak-anak dan perempuan, yang memang cenderung lebih rentan terhadap serangan virus pernapasan.
Berikut beberapa perbedaan signifikan flu biasa dengan Superflu:
1. Kecepatan Penularan
Flu Biasa (Musiman) tingkat kecepatan penularannya ‘sedang’. Sedangkan Superflu (H3N2 Subclade K) menyebarnya ‘Sangat Cepat’. Satu orang bisa menulari 2-3 orang lainnya.
2. Intensitas Gejala
Flu Biasa gejalanya mulai dari tingkat ringan hingga sedang, biasanya membaik dalam 3-5 hari. Sedangkan Superflu tingkat berat dan mendadak.
3. Frekuensi Demam
Flu Biasa dengan frekuensi demam ringan kurang dari 38 derajat celcius. Superflu mengalami demam tinggi dengan suhu bisa mencapai 39 – 40 Derajat Celcius dan berkepanjangan.
4. Tingkat Kelelahan
Pada Flu Biasa hanya merasa lemas biasa, namun pada Superflu mengalami Extreme Fatigue atau Kelelahan hebat hingga sulit beraktivitas total.
5. Risiko Komplikasi
Flu Biasa tingkatan sebarannya rendah bagi orang sehat. Sementara Superflu lebih tinggi, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita komorbid.(nor)












