Umumkan Swasembada Pangan, Prabowo Bilang Dirinya Dituduh Ingin Menjadi Diktator

Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden)

INTANANEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (7/1/2026) melakukan Panen Raya sekaligus mengumumkan Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat.

Ada pernyataan Prabowo yang menarik di acara tersebut.

Salah satunya dia dituduh ingin menjadi diktator dan mengudeta pemerintah.

“Saya bisa rasakan keadilan dan tidak adanya keadilan. Karena itu saya berjuang terus. Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, mau kudeta,” kata Prabowo.

Namun dia mengeklaim bahwa dirinya hanya ingin berjuang supaya kekayaan alam Indonesia dinikmati masyarakat.

Prabowo selanjutnya menyatakan bahwa wilayah Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, kekayaan alam itu kurang dinikmati sebagian masyarakat Indonesia.

“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” tuturnya.

Ia mengaku heran dengan dengan situasi ini. Kekayaan alam Indonesia melimpah tetapi masih tergantung dengan impor pangan dari negara lain.

“Kita tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” katanya seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengaku bukan orang pintar dan tidak memiliki gelar profesor. Namun, dia bisa membedakan keadaan dan ketidakadilan. Dia menegaskan akan terus berjuang meraih keadilan itu. Ia mengeklaim bersumpah sebagai prajurit TNI untuk membela kepentingan rakyat.(nor)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *