INTANANEWS.ID – Markas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa mendadak sibuk, Rabu malam, (7/01/2026).
Sebuah laporan mendesak masuk dari warga bernama Rian Rawung dan Melisa Kindangen: api sedang mengganas di aula bangunan bertingkat lantai kayu dan mes tempat tinggal karyawan asal titik api di area Ranowangko Beach Resort.
Merespons laporan tersebut, Dinas Damkar Minahasa segera meluncurkan operasi pemadaman skala menengah.
Tepat pukul 19.20 WITA, iring-iringan armada mulai membelah jalanan menuju pesisir.
Bukan sekadar prosedur rutin, operasi kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kabupaten Minahasa, Luvy Rumate. Di bawah komandonya, tim menyusun formasi taktis yang melibatkan unsur-unsur vital:
Personel: 16 anggota regu inti.
Perwira Lapangan: Kasie Operasi Pemadam dan Investigasi serta Kasie Evakuasi dan Penyelamatan.
Armada: Tiga unit gajah merah (Unit 10, 20, dan 80) ditambah satu mobil komando sebagai pusat kendali komunikasi.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu hampir satu jam. Tim tiba di titik api pada pukul 20.15 WITA dan langsung melakukan penetrasi.
Fokus utama petugas adalah melokalisasi rembetan api mengingat objek yang terbakar berada di kawasan resort yang cukup padat material mudah terbakar.
Di tengah kepulan asap, Kadis Damkar dan Kabid Damkar bekerja secara simultan. Sambil regu pemadam menyemprotkan air, tim investigasi mulai memetakan titik awal api, sementara tim evakuasi memastikan tak ada penghuni rumah keluarga Pesoth-Lengkong yang terjebak di dalam bangunan.
“Penanganan dilakukan secara terukur untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke material terdalam,” Ujar Luvy Rumate.
Setelah berjibaku selama 125 menit, operasi dinyatakan selesai pada pukul 22.20 WITA. Keberhasilan tim mencegah api meluas ke bangunan resort lainnya menjadi catatan penting malam itu.
Meski bangunan utama milik korban terdampak hebat, respons taktis Damkar Minahasa berhasil mengamankan area sekitar dari kerusakan yang lebih masif. (nes)












