Tegaskan Transformasi Mental, Ketum Waraney John Pandeirot: Kita Harus Beri Rasa Aman, Bukan Ketakutan

Ketua Umum Dewan Pengurus Besar (DPB) LSM Waraney Puser In'Tana Toar Lumimuut, John F.S. Pandeirot.(Foto: istimewa)

INTANANEWS.ID – Ketua Umum Dewan Pengurus Besar (DPB) LSM Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut, John F.S. Pandeirot, memberikan teguran sekaligus pesan bagi anggotanya.

Dalam perayaan Natal dan Pohon Terang di Gereja GMIM Sentrum Manado, Sabtu (20/12/2025), ia menegaskan bahwa atribut organisasi adat tidak boleh digunakan untuk intimidasi.

“Kehadiran seragam dan panji kita harus memberikan rasa aman, bukan rasa cemas atau ketakutan,” ujar John di hadapan ratusan kader yang hadir di gereja bersejarah tersebut.

Pandeirot menyoroti pentingnya transformasi mental bagi organisasi adat di Sulawesi Utara.

Menurutnya, filosofi Waraney yang berarti ksatria, selama ini kerap disalahartikan sebagai bentuk arogansi fisik.

Ia mendorong agar setiap anggota menjadi “sumber terang” bagi masyarakat, selaras dengan momentum perayaan Natal.

Ia juga menekankan kembali falsafah Minahasa, Si Tou Timou Tumou Tou—manusia hidup untuk memanusiakan orang lain.

“Natal adalah momen kelahiran terang. Semangat ksatria kini harus dimaknai sebagai keberanian untuk berbuat baik dan menjaga integritas,” tambahnya.

Selain aspek spiritual, acara ini menjadi ajang konsolidasi politik dan sosial bagi pengurus dari berbagai tingkatan (DPB, DPD, hingga DPC).

Pandeirot menyatakan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan., merawat toleransi antarumat beragama di Sulawesi Utara., mengawal pembangunan daerah dengan fungsi kontrol sosial.

Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Pdt. Aneke Kansil-Suwu, M.Th.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan para anggota organisasi adat tersebut untuk senantiasa mengedepankan kasih persaudaraan yang tulus di tengah dinamika masyarakat.

Sekilas Waraney Puser In’Tana
LSM Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pelestarian adat Minahasa dan pemberdayaan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan John Pandeirot, organisasi ini terus berupaya memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan budaya di Sulawesi Utara. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *