Damai Natal di Balik Topi Lebar, Kala Komunitas Country Sulawesi Utara Menanggalkan Sekat

INTANANEWS.ID – Udara dingin yang menyelimuti kawasan Togela, Tondano, Jumat (19/12/2025) sore, terasa lebih hangat dari biasanya.

Di sana, deretan topi koboi bukan sekadar aksesori fesyen, melainkan simbol persaudaraan dalam ibadah Pra-Natal komunitas Topi Lebar Country (Toleco).

Pendeta Nofry Sepang.(Foto:intananews.id)

Ibadah malam itu terasa unik. Jika biasanya mimbar gereja identik dengan suasana formal, kali ini Pendeta Nofry Sepang menyampaikan firman Tuhan dengan gaya berbeda, ia mengenakan topi koboi.

Sebuah pemandangan yang memicu tepuk tangan riuh dari undangan yang hadir.

Dalam khotbahnya yang mengambil Kitab Matius 1:23, Pdt. Nofry menekankan bahwa Tuhan beserta manusia dalam segala musim kehidupan. Pesan ini beresonansi kuat dengan identitas komunitas country yang lekat dengan alam dan ketangguhan.

Ketua Toleco, Ariel Gumalang SH MH.(Foto:intananews.id)

Ketua Toleco, Ariel Gumalang SH MH, dalam sambutannya mengingatkan bahwa esensi Natal seringkali tersembunyi di balik riuhnya lampu dan pernak-pernik.

“Natal itu bukan dari lampu-lampu atau ornamen, tapi ada di hati kita. Jika ada damai di hati, bisa saling memaafkan (baku bae), dan memberi dengan sesama, itulah yang utama,” ujar Ariel.

Ia mengenang kembali medio Mei 2025, Ia bahkan belum memiliki topi koboi yang seragam dan hanya menggunakan topi khas Kawangkoan yang dibeli di Bukit Kasih. Kini, Toleco telah bertransformasi menjadi wadah besar yang merangkul berbagai latar belakang.

Suasana haru sempat menyeruak ketika Lovesia Gumalang, peraih Duta Anti Narkoba 2025, melantunkan tembang klasik Oh Holy Night.

Suara jernih putri dari Ketua Toleco ini kemudian disusul oleh pujian harmonis dari Keluarga Gumalang-Doranggi serta keluarga besar Toleco.

Di tengah keberagaman anggota yang diibaratkan seperti Bhinneka Tunggal Ika, Ariel menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah dinamika organisasi.

“Torang samua basudara (kita semua bersaudara). Mari kita bergandengan tangan,” ajaknya sembari mengutip falsafah ikonik Dr. Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou.

Sebagai bentuk konkret dari pesan kasih tersebut, acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan Natal oleh Bendahara Toleco. Tak hanya itu, Ariel Gumalang juga memberikan tanda kasih pribadi kepada para anggota.

“Pemberian ini dari ketulusan hati yang paling dalam,” tambahnya singkat.

Ibadah malam itu diawali dengan ucapan terima kasih dari Ketua Wina Wanua, Rolly Mamengko, yang mengapresiasi kehadiran seluruh anggota yang tetap solid menjaga kebersamaan.

Di Togela malam itu, topi lebar bukan lagi sekadar pelindung panas, melainkan payung yang menyatukan perbedaan dalam damai Natal. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *