INTANANEWS.ID – Dinginnya angin Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, seakan menghangat ketika selembar undangan datang.
Jumat, 5 Desember 2025, kelegaan menyelimuti 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ketika Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) cair.
Bantuan ini datang sebagai penutup tahun yang dinantikan, dirapel untuk alokasi November dan Desember 2025.
Bagi mereka, Rp 600.000 yang diterima hari itu bukan sekadar angka. Itu adalah akumulasi harapan untuk menambal kebutuhan dua bulan, sebuah jeda dari lilitan kemiskinan ekstrem yang mereka hadapi setiap hari.
Setiap KPM menerima Rp 300.000 untuk tiap bulan, yang disatukan agar beban menjelang akhir tahun sedikit terangkat.
Di balik penyerahan itu, Hukum Tua (Kepala Desa) Panasen, Leo Steven Tikoh, menegaskan bahwa bantuan ini ditujukan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Keputusan ini disahkan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Kami hanya ingin memastikan bantuan ini jatuh tepat sasaran kepada yang paling rentan,” ujar Tikoh, Rabu, 10 Desember 2025.
Desa Panasen sendiri telah menetapkan kriteria penerima BLT Dana Desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) dengan tujuan sederhana, memastikan bantuan menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan.
Prioritas penerima BLT ini ditetapkan kepada:
• Keluarga miskin ekstrem/rentan yang belum pernah menerima bantuan sosial reguler lainnya.
•Penyandang disabilitas yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.
•Janda dan duda yang berstatus sebagai kepala keluarga tunggal.
• Penderita sakit kronis atau menahun yang tidak mampu bekerja.
Kisah di Panasen adalah gambaran nyata tentang bagaimana Dana Desa berhasil menjadi ‘obat penenang’, membawa sepotong senyum ke dalam rumah-rumah yang selama ini berjuang dalam senyap di tengah dinginnya akhir tahun. (nes)












