INTANANEWS.ID – Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 1302/Minahasa tak hanya berkutat dengan urusan pertahanan.
Di pelosok Minahasa, peran mereka melebur dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga menanamkan nilai kebangsaan di sekolah.
Di Desa Pontak, Ranoyapo, Serda Ronal dari Koramil 1302-17/Motoling sibuk berlumur lumpur, membantu warga merawat lahan pertanian. Sambil sesekali menyeka keringat, ia memastikan upaya ketahanan pangan di wilayahnya berjalan lancar.
Hal serupa juga terlihat di Kakas, di mana Pratu R. Santoso dari Koramil 1302-03/Kakas dengan cekatan membersihkan rumput di kebun bawang dan rica milik petani. Keterlibatan langsung ini memperkuat ikatan emosional antara TNI dan rakyat.
Namun, pengabdian para Babinsa tak berhenti di sawah. Dari wilayah Amurang, Serka Stepen Laehe dari Koramil 1302-14/Amurang memilih masuk ke ruang kelas SMA Negeri 1 Amurang.
Di sana, ia tidak memegang senjata, melainkan membagikan cerita inspiratif serta membekali para pelajar dengan wawasan kebangsaan dan pembinaan karakter.
Momen serupa juga dilakukan oleh Sertu Deni Setiawan di SMP Negeri 1 Eris, menanamkan nasionalisme dan disiplin sejak dini.
Sementara itu, Sertu Julkifli di Desa Linelean, Modoinding, berfokus pada Pembinaan Perlawanan Wilayah (Wanwil), membangkitkan semangat bela negara dan kesadaran pertahanan di tengah masyarakat.
Semua kegiatan ini, mulai dari bertani, mengajar di sekolah, hingga mendata kondisi wilayah, merupakan manifestasi nyata dari upaya Kodim 1302/Minahasa untuk mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat.
Setiap langkah kaki Babinsa di desa, sekolah, hingga lahan pertanian adalah janji pengabdian. Mereka bukan sekadar prajurit TNI, melainkan bagian integral yang berupaya mewujudkan wilayah Minahasa yang tangguh dan mandiri.(nes)












