INTANANEWS.ID – Di bawah terik matahari yang menyengat Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, Jumat (22/8/2025), Drs. Melky Luvy Rumate berdiri tegak.
Bukan untuk berpidato, melainkan untuk menyaksikan langsung bagaimana puluhan personelnya bertarung dalam sebuah simulasi.
Mereka berlomba, bukan untuk meraih piala, tetapi untuk mengasah kemampuan dan profesionalisme yang menjadi inti dari setiap tugas pemadam kebakaran.

Sebagai Kepala Dinas Damkar Minahasa, Rumate tahu betul bahwa setiap detil sangat berharga.
“Ini adalah ajang adu keterampilan, pengetahuan, dan ketangkasan,” ujarnya.
Baginya, kompetisi ini bukan sekadar lomba, melainkan sebuah ritual tahunan untuk memastikan bahwa para ‘petarung api’nya selalu siap menghadapi situasi darurat.

Dari kecepatan membentangkan selang, ketepatan sasaran air, hingga evakuasi korban, setiap gerakan mereka dievaluasi secara ketat.
“Ajang ini juga sebagai motivasi bagi anggota damkar untuk dipersiapkan di ajang lomba Skill Competition untuk tingkat nasional Tahun 2026 nanti,” tambah Rumate.
Rumate memandang profesi ini sebagai panggilan jiwa. “Damkar bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk menjadi pahlawan tak bersuara,” tegasnya.
Ia menjelaskan, latihan dan kompetisi seperti ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan pelayanan publik.

Di mata Rumate, di balik seragam petugas damkar terdapat jiwa korsa dan semangat juang yang tak pernah pudar.
“Dengan petugas yang lebih terampil, diharapkan kualitas pelayanan penyelamatan dan perlindungan masyarakat menjadi lebih baik,” harapnya.
Baginya, profesionalisme adalah kunci, dan latihan ini adalah cara terbaik untuk menguji serta memperkuatnya.
Saat sirene meraung, Rumate ingin memastikan bahwa masyarakat Minahasa tahu ada pahlawan-pahlawan tanpa suara yang selalu siap sedia memberikan pelayanan cepat, tepat, dan profesional. (nes)