Makin Moncer, Terbaru Survei Indikator Politik Indonesia Sebut Masyarakat Puas dengan Kinerja Menteri Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Dok/Instagram.com @purbayayudhi_oficial)

INTANANEWS.ID – Lagi-lagi popularitas Purbaya Yudhi Sadewa semakin moncer padahal belum dua bulan menjabat Menteri Keuangan.

Terakhir survei Indikator Politik Indonesia menyebut bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi salah satu dari tiga menteri yang paling banyak mendapatkan penilaian puas di bidang kinerja dari masyarakat.

Menurut Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi pada akun YouTube Indikator Politik Indonesia seperti dikutip pada Minggu (9/11/2025), Menteri Keuangan Purbaya meraup penilaian puas dari 84,1 responden survei.

Dia menyatakan, selain Menteri Purbaya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga paling banyak mendapatkan penilaian puas di bidang kinerja.

Ia menyebutkan, Amran berada di posisi pertama karena 84,9 persen responden menyatakan puas dengan kinerjanya disusul Teddy yang meraup suara responden sebanyak 84,5 persen pada posisi kedua.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan dalam kurun waktu 20-27 Oktober 2025. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel 1220 responden dengan margin of error 2,8 persen.

Sebelumnya, Lembaga Survei IndexPolitica merilis 10 nama tokoh yang masuk ke dalam daftar teratas potensial untuk posisi Wakil Presiden.

Hasilnya, Menteri Purbaya menduduki peringkat pertama dengan hasil 28,65 persen, Dedi Mulyadi 20,15 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 15,75 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 12,35 persen.

Menteri Keuangan Purbaya sudah melampaui popularitas di atas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM yang sebelumnya kokoh berada di tangga media darling-nya publik.

Namun di mata Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meski elektabilitas Menteri Keuangan Purbaya cukup tinggi masalahnya apakah dia berminat terjun ke dunia politik.

Dia selanjutnya mengatakan, sejauh ini belum ada tanda-tanda Menteri Purbaya terjun ke dunia politik.

“Apakah kemudian Pak Purbaya itu menjadi salah satu calon besutan dari PAN untuk kita tarik ke PAN? Ya, belum tentu Pak Purbaya-nya juga mau,” kata Eddy Soeparno di Gedung DPR Senayan Jakarta pada Rabu (29/10/2025).

Dia menyatakan, Menteri Purbaya adalah profesional di bidang keuangan yang sekarang masuk ke birokrasi untuk mengurusi masalah perbendaharaan negara.

Ditambahkannya, walau popularitas Menteri Purbaya tinggi tetapi masyarakat sekarang ini masih menunggu hasil dari kinerjanya untuk bisa mendongkrak perekonomian sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yaitu pertumbuhan ekonomi pada 2028 mencapai 8 persen.

Sekilas  Menteri Purbaya

Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Dia merupakan Ekonom dan Insinyur Indonesia. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan dari 2020–2025.

Ia meraih gelar Sarjana dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sementara gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi diperoleh dari Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat.

Sebelum terjun di pemerintahan, ia memulai karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994). Kemudian pada Oktober 2000 hingga Juli 2005 ia ditunjuk sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute.

Selanjutnya, ia menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities dari April 2006 Oktober 2008. Ia juga menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute Juli 2005–Maret 2013, dan sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) dari Maret 2013 hingga April 2015.

Ia menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016–2020) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015). Pada Oktober 2016, ia ditunjuk sebagai Gubernur Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dari Indonesia menggantikan Widhyawan.

Ia memulai karier pemerintahannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kurun waktu 4 tahun (2010–2014) selain itu ia juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), lembaga nonstruktural yang diketuai Chairul Tandjung.

Pada Maret 2015, ia ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden oleh Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan. Ia hanya menjabat sampai September 2015. Kemudian pada November 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, jabatan ini ia emban sampai Juli 2016.

Pada tahun 2016, ia kembali ke Kementerian Koordinator Bidang Pereknomian. Ia menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan ‘Pokja IV’, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-2020). Kemudian, dia dipindahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi (Juli 2016–Mei 2018). Jabatannya dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga Juni 2020. Selanjutnya digeser menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Juni 2020.

Purbaya dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan dari 2020–2025 pada 23 September 2020. Dia kemudian ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 lalu.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *