INTANANEWS – Wakil Presiden ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan siang ini.
Selepas disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, selanjutnya jenazah Try Sutrisno langsung dibawa untuk dimakamkan di Blok M nomor 131 TMP Nasional Kalibata.
Di blok tersebut terdapat makam sejumlah tokoh yakni BJ Habibie nomor 120 dan istrinya Hasri Ainun Besari nomor 121. Ada juga makam Ani Yudhoyono nomor 129 dan Pramono Edhi Wibowo nomor 130.
Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin (2/3/2026) pagi sekitar pukul 06.58 WIB.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan hal itu di Jakarta pada Senin (2/3/2026).
Dia menyampaikan duka cita yang mendalam.
Try Sutrisno merupakan Wakil Presiden yang mendampingi Presiden Soeharto di masa kepemimpinan pada periode 1993-1998. Wakil presiden ke-6 ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935.
Almarhum mengawali karier militernya dengan menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).
Dia sempat terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962 yang mengantarnya berkenalan dengan Soeharto. Ketika itu, Soeharto ditunjuk oleh Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang ditempatkan di Sulawesi.
Pada 1974 Try terpilih sebagai ajudan Presiden Soeharto yang membawa kariernya terus meroket. Ia sempat menjabat Pangdam Jaya.
Pada Agustus 1985, pangkat Try Sutrino menjadi Letnan Jenderal TNI dan diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Pada Juni 1986, Try Sutrisno dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Ia menduduki jabatan KSAD hanya sekitar satu setengah tahun. Lantaran awal 1988 Try Sutrisno dipromosikan menjadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.
Melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1993, Try Sutrino menjadi Wakil Presiden pendamping Soeharto.(nor)












