INTANANEWS — Ketua Umum Dewan Pengurus Besar Lembaga Swadaya Masyarakat Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut (WPITL) Sulawesi Utara, John F. S. Pandeirot, menyampaikan apresiasi atas capaian satu tahun kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan duet tersebut dinilai telah menunjukkan arah kebijakan publik yang konsisten terhadap kepentingan masyarakat luas.
John Pandeirot mengungkapkan bahwa meski menghadapi dinamika sosial dan politik yang menantang, pemerintah daerah dinilai mampu menjaga stabilitas dan fokus pada visi Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Satu tahun ini diibaratkan sebagai upaya menjaga arah pembangunan di tengah berbagai tantangan besar yang ada. Pihaknya melihat ada komitmen kuat untuk merangkul seluruh elemen masyarakat demi persatuan daerah.
LSM WPITL menyoroti dua sektor fundamental, yakni pendidikan dan kesehatan, sebagai pilar capaian utama. Di bidang pendidikan, Sulawesi Utara meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu provinsi terbaik dalam Pemanfaatan Data Pendidikan tahun 2025.
Implementasi inovasi digital melalui aplikasi SIPANDAI dan SIPGTK dinilai menjadi bukti transformasi layanan birokrasi pendidikan yang lebih transparan.
Sementara itu di sektor kesehatan, keberhasilan meraih Universal Health Coverage atau UHC Awards 2026 menjadi catatan penting. Saat ini, lebih dari 98 persen masyarakat Sulawesi Utara telah terproteksi oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.
Hal ini memberikan dampak pada kepastian layanan kesehatan bagi masyarakat kelas bawah yang kini menjadi lebih inklusif dan nyata.
Akselerasi Infrastruktur dan Ekonomi Kreatif
Dari aspek konektivitas, John menilai pembangunan infrastruktur strategis mulai menampakkan hasil yang visioner. Beberapa proyek yang menjadi sorotan antara lain pembangunan jalan Manado Outer Ring Road III dan Jembatan Bitung–Lembeh yang diproyeksikan mempercepat distribusi logistik dan ekonomi.
Langkah ini juga didukung dengan pembangunan Bundaran KEK Likupang untuk percepatan pariwisata.
Selain itu, revitalisasi objek wisata seperti Bukit Kasih Kanonang dan Sumaru Endo Remboken, serta pembukaan jalur penerbangan langsung Taiwan–Manado, dianggap sebagai langkah taktis dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Upaya ini dinilai memberikan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Keberpihakan pemerintah terhadap sektor primer juga mendapat perhatian khusus. LSM WPITL mencatat adanya sinergi yang baik dalam penyaluran subsidi, Alat dan Mesin Pertanian, serta kemudahan akses modal melalui Kredit Usaha Rakyat dan Ultra Mikro.
Upaya Gubernur melakukan jemput bola terhadap anggaran pusat atau APBN dinilai sebagai bentuk lobi efektif yang menguntungkan daerah, terutama bagi petani dan nelayan.
Sebagai penutup, John menegaskan bahwa meskipun masa pemerintahan ini masih tergolong singkat, dasar-dasar pembangunan di berbagai dimensi sudah mulai terlihat jelas.
Ia menyatakan bahwa WPITL akan terus memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah yang tetap kritis dalam mengawal jalannya pembangunan agar tetap berkelanjutan dan berpihak pada rakyat. (nes)












