Lesehan di Tondano, Begini Cara Kodim 1302/Minahasa Merajut Kemanunggalan

INTANANEWS – Jumat sore itu (6/3/2026), Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo tampak sibuk. Tidak terlalu ramai, namun terasa hangat.

Sekitar 50 orang berkumpul di sana, di Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Utara.

​Di antara jemaah yang duduk bersila, tampak satu sosok berseragam loreng. Ia adalah Serda Ardi Zikiri, seorang Babinsa dari Kodim 1302/Minahasa.

​Ardi sedang tidak dalam posisi siaga senjata. Ia sedang menjalankan misi yang jauh lebih humanis, duduk melingkar, makan bersama warga di atas lantai masjid yang bersih.

​Ini bukan sekadar urusan membatalkan puasa atau soal menu apa yang tersaji di hadapan mereka.

Ini adalah soal menjaga napas kemanunggalan. Soal bagaimana personel Kodim 1302/Minahasa tetap “lengket” dan menyatu dengan rakyatnya tanpa sekat formalitas.

​”Ramadan ini momen paling pas untuk mempererat silaturahmi,” ujar Ardi singkat.

​Ia benar. Di atas lantai yang sama, sekat-sekat jabatan itu runtuh. Antara aparat dan warga tidak ada jarak yang memisahkan.

Mereka mengobrol akrab, tertawa kecil, lalu menutup rangkaian itu dengan salat Magrib berjemaah.

​Ardi memahami betul bahwa keamanan wilayah bukan hanya soal patroli rutin, melainkan soal seberapa kuat hubungan batin antara Babinsa dan warga binaannya.

Ketika kedekatan sudah terjalin, setiap persoalan di lapangan akan lebih mudah dicarikan solusinya.

​Indah dan sederhana, namun sangat fundamental. Itulah cara Kodim 1302/Minahasa menjaga kerukunan di Tondano.

Lewat piring-piring buka puasa yang dinikmati bersama di teras masjid bersejarah tersebut. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *