INTANANEWS – Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, M.A.P.
mengatakan, momentum Minggu Sengsara harus menjadi landasan bagi jemaat untuk memperkuat kualitas iman dan kerukunan antarmasyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat dilantik sebagai Penasihat Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Moria Sasaran, Tondano, Minggu (1/3/2026).

Bupati Robby Dondokambey mengatakan bahwa kebersamaan antara pemerintah dan lembaga keagamaan merupakan kunci dalam membangun daerah.
Ia berharap amanah baru sebagai penasihat gereja ini dapat mempererat sinergi dalam menopang pelayanan masyarakat.

“Kiranya kebersamaan antara pemerintah dan gereja terus terjalin erat dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera,” ujarnya di Gedung Gereja GMIM Moria Sasaran.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar penghayatan terhadap masa sengsara Yesus Kristus tidak sekadar berhenti pada rutinitas liturgi atau ibadah seremonial belaka.
Ia mendorong adanya implementasi iman dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata.
“Saya mengajak seluruh jemaat menjadikan momentum ini sebagai waktu refleksi diri, memperkuat kualitas iman, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Prosesi pelantikan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Ibadah Minggu Sengsara II yang dipimpin oleh Ketua BPMJ GMIM Moria Sasaran sekaligus Ketua BPMW Tondano Lima, Pendeta Winda Walalangi.
Dalam khotbahnya, Pendeta Winda mengajak jemaat memaknai pengorbanan Kristus sebagai panggilan untuk hidup dalam kasih.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong beserta keluarga.
Hadir juga jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa, para pelayan khusus, serta jemaat setempat yang mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat. (nes)












