Badan Gizi Nasional Buru-buru Meralat, Katanya Dapur MBG Dapat Rp500 Juta per Hari Itu untuk 12 Hari

Menu program Makan Bergizi Gratis.(Dok/okezone.com)

INTANANEWS – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang sebelumnya menyebutkan setiap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menerima Rp500 juta per hari buru-buru diralat Badan Gizi Nasional.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional, Khairul Hidayati dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (27/2/2026) menyatakan bahwa yang benar adalah dana Rp 500 juta bukan dialokasikan per hari tetapi untuk periode 12 hari.

“Dalam rangka transparansi dan akurasi informasi publik, kami sampaikan bahwa setiap SPPG menerima alokasi sekitar Rp 500 juta per dua belas hari,” dia menyebutkan.

Sayangnya, pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang sebelumnya menyebutkan setiap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menerima Rp500 juta per hari telah viral.

Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana diungkapkan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Jumat (27/2/2026).

Selanjutnya dia menjelaskan, Badan Gizi Nasional menghadirkan pola baru yakni di mana 93 persen dana BGN itu disalurkan langsung ke SPPG-SPPG.

“Jadi, kalau ada dana Rp 268 triliun, kurang lebih Rp 240 triliun uang beredar dari Sabang sampai Merauke, dan setiap hari setiap SPPG menerima Rp 500 juta. Saya kira ini adalah model baru, tidak ada satu rupiah pun uang yang disalurkan dari pusat ke daerah (pemda),” tuturnya.

Ia mengatakan, pola baru dalam tata kelola anggaran negara itu lewat mekanisme penyaluran dana yang langsung menyentuh bawah tanpa melalui pemerintah daerah.

“Sebanyak 93 persen dari total anggaran BGN disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia,” ia mengungkapkan.

Dia mengemukakan, uang yang telah beredar dari Sabang sampai Merauke hingga hari ini mencapai kurang lebih Rp 36 triliun.

“Perputaran dana tersebut menjadi penggerak roda ekonomi yang luar biasa karena mendorong pemerataan secara nyata di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, jumlah SPPG menentukan jumlah dana yang beredar di daerah tersebut. Dengan demikian maka semakin banyak SPPG yang beroperasi di suatu daerah maka semakin besar pula dana yang beredar di wilayah tersebut.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *