INTANANEWS.ID – Dari balik tembok penjara, harapan baru disemai. Sebanyak 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano mengikuti pelatihan pengelasan.
Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal penting agar mereka dapat kembali berdaya di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Lapas Tondano Akhmad Sobirin Soleh, Rabu (27/8/2025).
Ia menekankan, pembinaan kemandirian merupakan bagian dari program agar warga binaan tak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat.
“Kami berharap, kemampuan pengelasan yang mereka peroleh bisa menjadi modal berharga setelah bebas nanti,” kata Akhmad.
Pelatihan pengelasan ini terselenggara berkat kerja sama Lapas Tondano dengan instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Minahasa.
Sesi pelatihan meliputi teori dasar pengelasan, pengenalan alat, hingga praktik langsung.
Instruktur pelatihan, Koboyasi, menyampaikan bahwa keterampilan pengelasan memiliki peluang kerja yang luas di berbagai sektor.
“Pengelasan adalah salah satu keterampilan yang banyak dibutuhkan di dunia kerja. Saya yakin, dengan pelatihan ini, para warga binaan dapat memiliki bekal nyata untuk kehidupan setelah bebas,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan, Bryan, mengaku sangat antusias. “Kami berterima kasih kepada pihak Lapas yang sudah memberikan kesempatan ini. Saya berharap bisa menguasai keterampilan pengelasan agar nanti bisa mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha kecil setelah bebas,” ungkap Bryan.
Melalui program ini, Lapas Tondano tak sekadar memenjarakan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan memberikan kesempatan bagi para warga binaan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.
Mereka diharapkan tidak hanya kembali sebagai individu yang bebas, tetapi juga sebagai individu yang berdaya.(nes)