Wabup Vanda Sarundajang: Bazar Ramadhan Kejari Minahasa Langkah Konkret Jaga Stabilitas Harga

INTANANEWS – Pasarnya di kantor Kejari Minahasa. Bukan di lapangan terbuka. Tapi ramainya bukan main.

Selasa, (10/3/2026) halaman Kejaksaan Negeri Minahasa mendadak jadi pusat ekonomi. ​Tajuknya: Bazar Ramadhan.

​Penyelenggaranya Kejaksaan Negeri Minahasa, berkolaburasi dengan Pemkab Minahasa.

Institusi Adhyaksa ini tidak hanya sibuk urusan perkara. Kali ini mereka terjun mengurusi hajat hidup orang banyak. Memastikan harga pangan tidak ugal-ugalan menjelang Idul Fitri.

​Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang datang. Beliau mewakili Bupati. Vanda tersenyum melihat antusiasme warga. ​”Terima kasih untuk Kejari,” katanya.

​Bagi Vanda, ini bukan sekadar seremoni. Ini langkah konkret.

Intervensi pasar yang nyata. Di saat harga-harga di ritel mulai “panas”, bazar ini jadi pendingin. Harga di sini di bawah standar pasar. Rakyat pun terbantu.

​Sebelum ke bazar, Vanda tidak langsung duduk manis. Dia sidak dulu. Bersama Forkopimda, rombongan keliling. Masuk ke pasar tradisional. Cek SPBU. Hingga mendatangi pangkalan gas Elpiji.

​Hasilnya? Ada kenaikan harga. Rica (cabai) naik. Minyak goreng naik. Beras dan daging ayam juga mulai merangkak. Tapi Vanda memastikan: kenaikannya masih wajar. Masih dalam koridor.

​”Stok aman,” tegasnya.

​Tidak ada penimbunan. Distribusi lancar. Vanda pun minta warga tenang. Jangan borong barang berlebihan (panic buying). Itu justru yang bikin harga makin liar.

​Ada satu hal yang menarik perhatian Vanda di bazar itu: UMKM. Terutama industri rumahan yang dikelola ibu-ibu.

Bagi Vanda, merekalah tulang punggung ekonomi Minahasa yang paling tahan banting.

​Vanda memberi semangat. Dia ingin UMKM Minahasa naik kelas. Jangan cuma jualan di kampung sendiri. Kualitas rasa harus dipoles. Kemasan harus dipercantik. Biar bisa tembus pasar regional.

​Ekonomi memang penting. Tapi ada yang lebih penting bagi Vanda: kerukunan.

Apalagi Minahasa baru saja sabet Harmony Award. Toleransinya tinggi.
​Kerukunan itulah modal utamanya. Kalau rakyat rukun, urusan kesejahteraan lebih mudah ditata.

​Di lokasi, tampak Ketua DPRD Roby Longkutoy dan para petinggi Forkopimda lainnya. Semua kompak. Mendukung gerakan pangan murah ini.

​Bazar berakhir sore hari. Masyarakat pulang dengan kantong belanjaan. Harganya murah, hatinya senang. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *