INTANANEWS – Bupati Minahasa, Robby Dondokambey tidak mau kecolongan. Idulfitri 1447 Hijriah sudah di depan mata dan warga Minahasa mulai sibuk.
Biasanya, kalau sudah begitu, konsumsi pasti melonjak dan harga pangan mulai goyang. Itu sudah hukum pasar.
Selasa (10/3/2026), Bupati bergerak. Tidak sendirian, ia didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang serta jajaran Forkopimda.
Agendanya jelas, inspeksi mendadak alias sidak. Rutenya cukup panjang dan memantau berbagi lokasi strategis.
Dimulai dari Kampung Jawa, bergeser ke SPBU Ranowangko, dan berakhir di riuhnya Pasar Tondano.

Di sana, masalah utama langsung ketemu: Elpiji 3 kg. Si “melon hijau” itu stoknya mulai bolong-bolong di lapangan, warga pun mulai mengeluh.
Bupati Robby Dondokambey cepat membaca situasi. Baginya, ini bukan soal kelangkaan murni, melainkan banyaknya permintaan.
Kuota harian yang ada dianggap tak lagi sanggup menahan beban antusiasme warga menjelang hari raya. Bupati tak mau tinggal diam. Intervensi harus cepat dilakukan.

Saat ditanya soal penambahan kuota, ia menjawab tegas. “Harus! Itu permintaan langsung dari masyarakat,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Ia ingin masalah di tengah masyarakat cepat tuntas. Soal spekulan atau penimbun, Bupati Robby tidak mau main hakim sendiri.
Ia menegaskan pengawasan akan dilakukan bersama aparat penegak hukum. Pesannya jelas: Minahasa butuh tambahan kuota khusus. Warga tidak boleh susah cari gas jelang Lebaran.

Di Pasar Tondano, rombongan kembali mengecek harga. Beras, cabai, tomat, sampai daging ayam memang mulai merangkak naik. Sangat dinamis, namun bagi Pemkab, kenaikan itu masih masuk akal dan berada di batas wajar.
Kehadiran Ketua DPRD, Kajari, hingga unsur TNI-Polri dalam sidak ini mengirim pesan kuat bahwa sinergitas di Minahasa sedang solid-solidnya.
Tujuannya cuma satu, warga bisa merayakan Lebaran dengan tenang tanpa perlu pusing memikirkan tabung gas yang hilang di pasaran. (nes)












