INTANANEWS – Sinergi TNI dan Polri di Minahasa bukan cuma soal seragam.
Sabtu sore itu, di bawah pantauan langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo via Zoom, Kodim 1302/Minahasa dan Polres Minahasa membuktikannya dengan turun langsung ke ladang.
Lokasinya di Perkebunan Tapos, Desa Tampusu, Remboken. Cuaca sedang bersahabat saat jarum jam menunjuk pukul 15.30 WITA.
Agendanya satu: tanam jagung varietas Jakarin jenis jagung komposit yang digadang-gadang jadi tumpuan baru pangan nasional.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1302/Minahasa, Mayor Inf Daeng Pasaka, hadir mewakili Dandim Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S.
Di sampingnya ada Kapolres Minahasa, AKBP Steven J.R. Simbar. Keduanya tampak sigap, menanam benih secara simbolis sebagai tindak lanjut arahan pusat dari Riau.
Pesan Kapolri dari seberang layar sangat jelas: perut rakyat tidak boleh kosong. Ketahanan pangan adalah harga mati.
Gerakan serentak ini juga melibatkan Pemerintah Daerah dan tokoh tani.
Hadir Kadis Pertanian Minahasa, Dr. Ir. Margaretha Ratulangi, tokoh tani dari Permesta Devi M.S. Kemur, hingga Dr. Set Stephanus Lumowa dari KTNA Sulut.
Bahkan Camat Remboken Eightmi Moniung pun tak segan ikut turun ke tanah.
Kenapa Tampusu? Karena di sini tanahnya bicara.
Potensi jagung Minahasa memang besar, dan lewat sinergi ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kerja sama TNI, Polri, dan petani adalah kerja nyata, bukan sekadar foto bersama.
Jika benih Jakarin ini tumbuh subur, Minahasa ke depan bukan lagi soal pemandangan cantik semata, tapi soal lumbung pangan yang terus terisi. Kita tunggu saja musim panen nanti. (nes)












