INTANANEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto sian ini akan menerima sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Salah satu topik yang dibahas menyangkut bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya membenarkan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (3/2/2026).
“Oke, saya mau jelaskan kegiatan Bapak Presiden, hari ini Bapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, kemudian tokoh-tokoh Islam, kemudian juga beberapa pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah yang bisa hadir pada siang hari ini,” katanya.
Dia selanjutnya menyatakan, diskusi dalam pertemuan itu akan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari capaian pemerintah hingga situasi nasional dan global.
“Oke, kemudian tentunya nanti akan berdiskusi, ini pertemuan rutin 3-4 bulan sekali. Kalau Anda lihat akhir tahun lalu juga sudah kumpul juga nanti kira-kira akan membahas tentang pencapaian pemerintah, program-program strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri,” tuturnya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar Indonesia mengundurkan diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebagai anggota BoP, termasuk adanya pembahasan kontribusi dana awal sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp16 triliun, yang disebut sebagai bagian dari mekanisme keanggotaan forum tersebut.
MUI menilai keikutsertaan tersebut berpotensi bertentangan dengan amanat konstitusi serta membuka ruang bagi praktik neokolonialisme gaya baru dalam balutan diplomasi perdamaian.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan, bergabungnya Indonesia ke dalam BoP tidak bisa dibenarkan hanya dengan narasi “diplomasi dari dalam”.(nor)












