INTANANEWS.ID – Rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan berakhir sudah.
Sejumlah keputusan strategis telah diambil partai berlambang gajah tersebut. Di antaranya menargetkan 10 juta Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai langkah awal untuk penguatan basis-basis partai itu.
Selain itu, Rakernas juga memutuskan mendukung dan mengawal program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto beserta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka termasuk di dalamnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun yang menarik dari Rakernas Partai Solidaritas Indonesia itu adalah pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang berjanji bakal bekerja keras bahkan mati-matian untuk besarkan PSI.
Di mata Peneliti dari Politika Research & Consulting, Nurul Fatta pada Minggu (1/2/2026), pernyataan Jokowi dalam pidato politiknya itu dinilai sebagai teriakan orang yang sedang terancam, cemas dan penuh kekhawatiran.
Hal itu masuk akal. Misalnya, jika Gibran Rakabuming Raka tidak dijadikan lagi sebagai pendamping Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Sementara Jokowi sudah dua kali menegaskan ingin dua periode untuk duet Prabowo-Gibran.
“Kalau dari aspek politiknya, saya meyakini Jokowi khawatir anak sulungnya tidak lagi dijadikan pendamping Presiden Prabowo,” tuturnya.
Ia berpendapat bisa jadi dan sangat masuk akal jika nantinya PSI bakal dijadikan kendaraan politik bagi Gibran sebagai calon presiden di Pilpres 2029. Itu seandainya Prabowo tidak lagi memilih Gibran sebagai cawapresnya.
“Makanya melalui PSI dan membesarkan PSI, Jokowi gelagatnya ingin mengatakan bahwa biarpun Gibran tidak diusung lagi mendampingi Prabowo, dia tetap punya kendaraan politik maju sendiri sebagai capres melalui PSI,” ia mengungkapkan.
Jokowi Masih Sanggup
Sebelumnya, Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, dirinya siap berjuang bahkan hingga mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Penegasan Jokowi itu disampaikannya dalam pidato politiknya dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (31/1/2026).
“Saya pun akan bekerja keras untuk PSI, bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” ujarnya yang lalu disambut teriakan ratusan kader PSI.
Dia meminta kader PSI untuk memperkuat jaringan di media sosial dan jaringan offline bahkan sampai ke tingkat kecamatan.
“Dan yang ini bolak-balik saya sampaikan, bolak-balik saya sampaikan: perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW,” katanya.
Jokowi meminta semua itu harus selesaikan akhir 2026 ini.
“Siap? Sanggup?” tantangnya yang kemudian disambut teriakan afirmasi kader PSI.
Bahkan, dia menambahkan: “Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi saya masih sanggup. Datang ke kabupaten/kota saya masih sanggup. Saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup. Kita ini kan punya 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan kira-kira 7.000 kecamatan. Saya masih sanggup.”
Tentang banyak yang bergabung ke PSI, Jokowi mewanti-wanti akan sikap toleransi karena akan banyak perbedaan keinginan dan kepentingan.
“Kita butuh satu visi,” tuturnya.
Dia yakin akan banyak lagi yang bergabung ke PSI.(nor)












