Jadi Saksi Korupsi di Pertamina, Ahok Blak-blakan Bilang Lapangan Golf Tempat Negosiasi Minyak Paling Murah dan Sehat

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Dok/CNBC Indonesia)

INTANANEWS.ID – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok tampil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada periode 2018–2023 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Selasa (27/1/2026).

Dalam kasus ini Jaksa KPK telah menetapkan sembilan terdakwa di antaranya pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) tahun 2023–2024 Agus Purwono, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping tahun 2022–2024 Yoki Firnandi, Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi (PMKA) Gading Ramadhan Juedo, serta Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) Dimas Werhaspati.

Terdapat pula terdakwa lainnya dalam persidangan yang sama, yakni Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023 Riva Siahaan, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023 Maya Kusuma, Vice President Trading Produk Pertamina Patra Niaga Edward Corne periode 2023–2025, serta Direktur Feedstock and Product Optimalization PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) periode 2022–2025 Sani Dinar Saifudin.

Dalam kesaksiannya, Ahok secara blak-blakan membenarkan bahwa lapangan golf menjadi tempat negosiasi minyak paling murah dan sehat ketimbang klub malam untuk menjamu para pengusaha minyak. Kalau di klub malam mahal  serta tidak sehat.

“Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat paling murah. Jemur, jalan, murah, dan bayarin anggota main itu sangat murah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, ketika dirinya masuk ke Pertamina ternyata para pengusaha minyak dari Amerika Serikat seperti dari Exxon dan Chevron cenderung senang bermain golf.

Gegara itu akhirnya Ahok terpaksa belajar bermain golf hingga pergi ke sekolah golf.”Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham, itu ada negosiasi di lapangan golf. Nah, itu biasa,” ia menambahkan.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *