Minahasa Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, TNI Soroti Potensi Lokal

INTANANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa memulai fase percepatan pembangunan ekonomi 2025 dengan target ambisius, mematok pertumbuhan hingga 8 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Fokus utama ditekankan pada penguatan sektor ekonomi strategis, peningkatan konektivitas, dan perbaikan iklim investasi.

Rencana ini mengemuka dalam rapat perdana Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi 2025 yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Tondano Barat, Selasa, 25 November 2025.

Kepala Staf Kodim 1302/Minahasa, Mayor Inf. Daeng Pasaka, mewakili Komandan Kodim, hadir dalam rapat tersebut. Pertemuan dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Arody Tangkere, dan dihadiri sekitar 25 peserta dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, perangkat daerah, hingga perwakilan Bank Indonesia.

Dalam sambutan Bupati Minahasa yang dibacakan Tangkere, ditegaskan bahwa tahun 2025 adalah fase krusial bagi Minahasa di tengah dinamika ekonomi global. Pemda menetapkan empat pilar percepatan, salah satunya adalah kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen tersebut.

Lembaga non-pemerintah memberikan sejumlah masukan strategis. Mayor Inf. Daeng Pasaka, dalam kapasitasnya sebagai Kasdim 1302/Minahasa, mendorong pemerintah daerah agar fokus pada pemanfaatan potensi lokal.

Ia mengatakan pentingnya dukungan terhadap usaha kreatif berbasis masyarakat, upaya pelestarian Danau Tondano, serta penguatan ketahanan pangan Minahasa.

“Potensi lokal harus menjadi tulang punggung pertumbuhan. Ini termasuk pemberdayaan masyarakat untuk usaha kreatif dan pelestarian aset alam seperti Danau Tondano,” kata Daeng Pasaka.

Sementara itu, Wakapolres Minahasa, Kompol Djonny Rumate, menekankan pentingnya penataan sentra pelayanan publik, khususnya Pasar Tondano, dan pengawasan ketat terhadap retribusi pasar guna mencegah kebocoran pendapatan.

Dukungan juga datang dari Kejaksaan Negeri Minahasa. Melalui perwakilannya, Ollivia Pangemanan, Kejaksaan menyatakan kesiapan untuk mendampingi program terkait Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan penguatan sektor pangan, memastikan program berjalan sesuai koridor hukum.

Perwakilan Bank Indonesia turut memberikan pandangan strategis mengenai kebijakan ekonomi daerah yang harus diselaraskan dengan tren makro ekonomi.

Rapat yang diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Minahasa ini berlangsung selama hampir dua jam, dibuka pada pukul 09.39 WITA dan ditutup pukul 11.20 WITA. (nes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *