Gaya ‘Ceplas-ceplos’ Dikritik Eks Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi, Menteri Purbaya: Saya Hanya Perpanjangan Tangan Presiden!

Mantan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi (kiri) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan).(Dok/LPS/Kantor Komunikasi Kepresidenan/Kolase)

INTANANEWS.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi ‘perang terbuka’.

Hasan Nasbi yang kini menjabat Komisaris Pertamina melalui YouTube pribadinya belum lama ini  mengkritik gaya komunikasi Purbaya yang sering sentil pejabat lain di ruang terbuka.

Menurut dia, pola komunikasi seperti itu berpotensi melemahkan solidaritas pemerintah.

“Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, ya sesama anggota kabinet, sesama pemerintah enggak bisa baku tikam terus-menerus di depan umum, karena itu akan melemahkan pemerintah. Sebaiknya di ruang tertutup,” ujarnya.

Hasan Nasbi mengambil contoh persoalan Menteri Keuangan Purbaya versus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang saling silang pendapat tentang jumlah dana yang mengendap di bank.

Lantas apa jawaban Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal kritik tajam Hasan Nasbi tersebut?

Ditemui wartawan di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan pada Senin (27/10/2025), Menteri Purbaya langsung mengungkapkan, data hasil survei masyarakat yang menunjukkan kepercayaan terhadap pemerintah naik.

Dia mengatakan, data tersebut dirilis pada Oktober 2025 setelah dirinya resmi masuk kabinet menjadi Bendahara Negara pada bulan sebelumnya.

“Stabilitas pemerintah amat baik di mata masyarakat, kecuali di mata orang itu ya,” kata Purbaya enteng.

Tak cuma itu, dia juga membuka data indeks kepercayaan konsumen kepada pemerintah per Oktober 2025 yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dalam data itu, kata dia, kepercayaan masyarakat mulai membaik setelah sempat anjlok hingga muncul aksi unjuk rasa besar-besaran pada Agustus 2025 lalu.

“Juli-Agustus-September turun terus ke titik terendah, ini lah terjadi banyaknya demo. Kita lakukan kebijakan yang mungkin bagi kalangan (lain) agak drastis, agak katakanlah ceplas ceplos, tapi ini berhasil membalikkan sentimen masyarakat ke pemerintah. Justru ini levelnya sekarang sudah sama dengan ini, jadi sudah stabil lagi,” dia mengungkapkan.

Purbaya menambahkan, apa yang disampaikannya ke publik selalu berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto dan tidak bergerak sendiri. Upaya-upaya ini dilakukan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi saya nggak berani gerak sendiri. Jangan dianggap saya koboi, saya hanya perpanjangan tangan dari Bapak Presiden, kira-kira begitu, dengan versi yang lebih halus malah,” ia menambahkan.(nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *